2018-03-13 01:19:26

Kemendagri Segera Rekam Data Kependudukan Mantan Napi Terorisme


Foto: Humas Kemendagri

JAKARTA - Direktorat Jenderal (Ditjen)  Kependudukan  dan  Pencatatan  Sipil (Dukcapil)  Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), menyatakan bakal segera melakukan perekaman data kependudukan dan pencetakan dokumen kependudukan bagi para mantan narapidana terorisme (napiter) dan keluarganya. 

Mulai dari KTP elektronik  (KTP-el),  Kartu Keluarga (KK), dan Kartu Identitas Anak (KIA).  “Ini data dari BNPT sudah masuk ke  Kementerian Dalam Negeri. Nanti  saya  akan  berkoordinasi  dengan Dukcapil untuk  masing-masing  mereka   (mantan napiter) ini diberikan  pelayanan  terbaik. Misal, KK-nya, KTP-elnya, Kartu Identitas Anak-nya. Semua tetap diberikan dan konkret. Kalau kemarin-kemarin kan karena datanya (dari BNPT) belum masuk,” kata Direktur   Jenderal (Dirjen)  Dukcapil  Kemendagri, Zudan  Arif Fakrulloh,  usai   penandatanganan  nota   kesepahaman  (MoU)  Kemendagri  dengan  Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tentang Penanggulangan Terorisme di Jakarta, Senin (12/3/2018).

Soal masukan dari Kepala BNPT agar  pencetakan KTP-el terhadap para mantan napiter tak dipersulit, Zudan mengatakan, kesulitannya  selama  ini  hanya  karena  belum  dikantonginya data para  mantan napiter dari BNPT. Dan bukan  pula  karena  ada  persoalan ideologi seperti kesan yang berkembang di masyarakat selama ini. Saat ini, data tersebut sudah diserahkan BNPT kepada Kemendagri. 

 “Bukannya   nggak  pernah  diterbitkan.  Kami   kan  nggak  tahu orang-orang  (mantan napiter)  yang dimaksud BNPT itu,” kata Zudan. Dengan telah diterimanya data 600 mantan napiter dari BNPT, lanjut Zudan, Kemendagri bisa mempercepat upaya perekaman data kependudukan   terhadap para mantan napiter dan keluarganya tersebut.

 “Nah sekarang kami bisa lebih proaktif.  Para  mantan  napiter itu bisa  kami datangi (untuk melakukan perekaman data kependudukan). Misal, KTP-el yang bersangkutan belum jadi, maka kami infokan. KTP-el anda belum jadi, KK-anda sdh jadi atau belum. Jadi kita bisa memberikan pelayanan lebih sekarang. Bisa menggunakan metode jemput bola,” kata Zudan.

Melalui MoU antara BNPT dengan Kemendagri, kata Zudan, saat ini pemerintah sudah bisa mengetahui domisili dan  aktivitas  terbaru  dari para  mantan napiter.“Jadi  kami  tahu sampai  di RT/RW, itu  alamat-alamat   beliau   (mantan-mantan napiter).  Sehingga  dengan  administrasi  data  kependudukan  dapat tercatat dengan baik,” kata Zudan.  Terkait   dukungan data kependudukan dari Kemendagri untuk BNPT sesuai kesepakatan MoU, Zudan mengatakan, sifat kerja sama itu bersifat full access dan ditujukan untuk aspek keamanan negara.

Namun, untuk sejumlah data tertentu, misal cacat, aib, dan sebagainya, BNPT tidak bisa mengaksesnya secara penuh. BNPT hanya bisa  melihat  data  yang ada  pada database  Kemendagri   semata. Dalam database Kemendagri itu terdapat pula data eks  tapol (tahanan politik).“Yang pertama,  minimal,  seperti data KTP-el. BNPT kita beri hak untuk  mengakses  keluarga (para mantan napiter) dari  KK. Jadi  BNPT bisa melihat susunan keluarga siapa saja. Dan bersifat penuh,” ujar Zudan. (*)

Sumber :Puspen Kemendagri

Koleksi

8004 buku

Jam Pelayanan

Senin s.d Kamis
08.00 - 16.00 WIB
12.00 - 12.30 WIB (istirahat)

Jumat  
08.00 - 16.30 WIB
12.00 - 13.00 WIB (istirahat)

Ketentuan Peminjaman

1.  Anggota Perpustakaan Kementerian Dalam Negeri adalah pegawai Kementerian Dalam Negeri.
2.  Mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan petugas perpustakaan.
3.  Setiap anggota perpustakaan mendapat kartu anggota perpustakaan.
4.  Kartu anggota perpustakaan berlaku untuk selama menjadi pegawai Kementerian Dalam Negeri.

Link Terkait

Terbuka untuk Umum

Perpustakaan Kemendagri dibuka untuk umum, namun tetap memberlakukan sistem membership bagi pengguna yang akan melakukan transaksi pinjam meminjam buku

Koleksi E-book

Seluruh produk perundang-undangan yang dihasilkan Kementerian Dalam Negeri telah dikonversi kedalam file E-book sehingga dapat didownload dan dimanfaatkan secara luas oleh seluruh pengunjung E-library

Perpustakaan Digital

Penerapan teknologi informasi di perpustakaan dapat difungsikan dalam berbagai bentuk. Di antaranya sebagai sistem informasi manajemen perpustakaan. Bidang pekerjaan yang diintegrasikan dalam sistem ini adalah akuisisi, katalogisasi, sirkulasi, preservasi, dan jenis laporan lainnya yang menunjang kepentingan manajemen perpustakaan. Penerapan teklonogi informasi dapat juga dimanfaatkan sebagai sarana pendukung dalam aktivitas perpustakaan dan penyebarluasan informasi layanan perpustakaan secara ekstensif dan intensif