2018-07-03 20:57:20

BPK Resmikan Perpustakaan Riset Tata Kelola & Akuntabilitas Keuangan Negara


Foto: Puspen Kemendagri.  Kamis 28 Juni 2018 12:54 WIB

JAKARTA - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI menyediakan Perpustakaan Riset Tata Kelola dan Akuntabilitas Keuangan Negara yang berlokasi di Lantai 1 Kantor Pusat BPK. Hal ini sebagai bentuk dukungan pentingnya literasi tentang tata kelola dan akuntabilitas keuangan negara. 
Peresmian perpustakaan ini dilakukan oleh Wakil Ketua BPK Bahrullah Akbar, yang didampingi Sekretaris Jenderal Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Ainun Na’im dan Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo.

Dalam sambutannya Bahrullah menyatakan, pihaknya menyadari penting dan perlunya kesadaran publik untuk memahami tata kelola dan akuntabilitas keuangan negara tersebut, bukan hanya melalui pemeriksaan BPK saja. Menurutnya pengetahuan publik akan semakin berkembang jika didukung dengan literasi yang baik, sehingga publik semakin cerdas dan dapat turut aktif mengawasi pengelolaan keuangan Negara secara baik dan benar.

"Hal inilah yang mendasari BPK membuat terobosan untuk mendorong peran aktif publik dalam melakukan riset tentang tata kelola dan akuntabilitas keuangan negara, yaitu dengan meresmikan Perpustakaan Riset Tata Kelola dan Akuntabilitas Keuangan Negara," ujarnya di Kantor Pusat BPK, Jakarta (28/6/2018). Dalam perpustakaan riset ini tersedia informasi dalam bentuk buku maupun digital. BPK menyediakan data, informasi, dan pengetahuan mengenai keuangan sektor publik yang terdiri atas 21.852 eksemplar buku dengan 17.410 judul buku, serta e-books, dan e-journal.Perpustakaan BPK juga bekerja sama dengan Pusat Informasi dan Komunikasi BPK untuk membuka akses publik terhadap laporan hasil pemeriksaan BPK sebagai bahan riset.

"Di perpustakaan ini bisa dilihat buku sejak 1816 masih ada. Ada ruangan tertentu yang memang harus hati-hati, ada buku memang yang masih dikodekasikan untuk digitalisasi. Terdapat juga laporan BPK tahun 1947 yang bisa dilihat di komputer yang ada di perpustakaan," jelasnya.Selain itu, sejak 2015 BPK juga sudah menerbitkan jurnal Tata Kelola dan Akuntabilitas Keuangan Negara yang berisi tulisan hasil penelitian maupun tinjauan ilmiah terkait tata kelola dan akuntabilitas keuangan negara yang terdapat dalam website BPK."BPK telah melayani permintaan data sebanyak 217 terdiri 161 penulisan skripsi, 44 tesis, 12 disertasi. Ini masih sangat rendah, berharap adanya perpustakaan riset ini akan meningkat," katanya.

Dalam kesempatan ini, juga diadakan diskusi panel bertema 'Literasi Tata Kelola dan Akuntabilitas Keuangan Negara'. Diskusi ini dihadiri Wamenkeu Mardiasmo, Kapuspen Kemendagri Bahtiar, Kepala Perpustakaan Nasional RI Muhammad Syarif Bando, serta Wakil Rektor Universitas Indonesia Adi Zakaria Afiff.

Sumber : BPK RI

Koleksi

8105 buku

Jam Pelayanan

Senin s.d Kamis
08.00 - 16.00 WIB
12.00 - 12.30 WIB (istirahat)

Jumat  
08.00 - 16.30 WIB
12.00 - 13.00 WIB (istirahat)

Ketentuan Peminjaman

1.  Anggota Perpustakaan Kementerian Dalam Negeri adalah pegawai Kementerian Dalam Negeri.
2.  Mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan petugas perpustakaan.
3.  Setiap anggota perpustakaan mendapat kartu anggota perpustakaan.
4.  Kartu anggota perpustakaan berlaku untuk selama menjadi pegawai Kementerian Dalam Negeri.

Link Terkait

Terbuka untuk Umum

Perpustakaan Kemendagri dibuka untuk umum, namun tetap memberlakukan sistem membership bagi pengguna yang akan melakukan transaksi pinjam meminjam buku

Koleksi E-book

Seluruh produk perundang-undangan yang dihasilkan Kementerian Dalam Negeri telah dikonversi kedalam file E-book sehingga dapat didownload dan dimanfaatkan secara luas oleh seluruh pengunjung E-library

Perpustakaan Digital

Penerapan teknologi informasi di perpustakaan dapat difungsikan dalam berbagai bentuk. Di antaranya sebagai sistem informasi manajemen perpustakaan. Bidang pekerjaan yang diintegrasikan dalam sistem ini adalah akuisisi, katalogisasi, sirkulasi, preservasi, dan jenis laporan lainnya yang menunjang kepentingan manajemen perpustakaan. Penerapan teklonogi informasi dapat juga dimanfaatkan sebagai sarana pendukung dalam aktivitas perpustakaan dan penyebarluasan informasi layanan perpustakaan secara ekstensif dan intensif