/home/u612842942/domains/perpustakaan.kemendagri.go.id/public_html/opac/lib/SearchEngine/DefaultEngine.php:610 "Search Engine Debug 🔎 🪲"
Engine Type ⚙️: "SLiMS\SearchEngine\DefaultEngine"
SQL ⚙️: array:2 [ "count" => "select count(distinct b.biblio_id) from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0" "query" => "select b.biblio_id, b.title, b.image, b.isbn_issn, b.publish_year, mp.publisher_name as `publisher`, mpl.place_name as `publish_place`, b.labels, b.input_date, b.edition, b.collation, b.series_title, b.call_number from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0 order by b.last_update desc limit 10 offset 20" ]
Bind Value ⚒️: []
Jam Pasir Indonesia mengurai delapan dekade perjalanan Indonesia-dari fondasi politik, pertahanan, ekonomi, media, gender, hingga skenario menuju tahun 2045-ketika negara ini genap berusia seratus tahun. Para penulis, dari Laboratorium Indonesia 2045 (LAB 45), mencoba membaca Republik ini dengan disiplin akademik, empati sosial, tetapi tanpa amnesia intelektual. Metafora jam pasir sebagai pe…
Soeharto tumbang pada 1998, tetapi warisan narasi Orde Baru tentang G30S dan kekerasan massal setelahnya tetap membayangi ingatan kolektif Indonesia hingga kini. Pembantaian terhadap sekitar setengah juta warga Indonesia sengaja dilupakan—dinormalisasi, dipinggirkan, atau bahkan dipertanyakan. Sebagian masyarakat menuntut negara mengungkap kebenaran tragedi 1965, mengakui perannya dalam ke…
“… selama karier jurnalistik saya sepanjang 43 tahun 3 bulan, saya beruntung bisa menyaksikan lima GMT. Mengingat GMT tidak cukup sering terjadi, dan jika pun terjadi, tempat kejadiannya berbeda-beda, umumnya amat jauh, mungkin saya bisa mengeklaim sebagai pemegang rekor di Indonesia sebagai orang yang mengamati GMT terbanyak…” Dalam bentangan lebih dari 30 kisah-kisah perjalan…
Tahun 2025 menandai satu abad kelahiran Pramoedya Ananta Toer, sastrawan besar yang hidup dan karyanya sarat paradoks. Jejaknya terekam kuat dalam arsip Harian Kompas, bermula dari penangkapannya pasca-Peristiwa 1965 hingga tahun-tahun terakhir kehidupannya. Di negerinya sendiri, Pramoedya mengalami pembuangan, pelarangan, dan pemusnahan karya. Namun di panggung dunia, ia justru diakui sebag…
Di balik sosoknya sebagai penguasa Orde Baru yang penuh kontroversi, Soeharto menyimpan dimensi lain yang jarang tersorot: laku spiritual yang diyakininya sebagai sumber keteguhan, ketenangan, dan daya tahannya dalam memimpin negeri selama lebih dari tiga dekade. Ditulis oleh seorang wartawan Suara Karya yang bertugas di Istana (1972-1979), yang mengikuti dinamika kekuasaan dari dekat, buku …
Batalyon Waspada adalah angkatan pertama perwira Kepolisian didikan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri). Pengabdian mereka bukanlah perjalanan yang mudah. Didikan militer yang diperoleh selama di Akabri berbenturan dengan doktrin Polisi sipil yang melindungi dan melayani. Beberapa kasus menjadi catatan kelam perjalanan Batalyon Waspada. Namun, alih-alih menyimpan…
Selama seratus tahun, Palestina menjadi panggung dari sebuah proyek kolonial modern yang bekerja rapi, sistematis, dan sering kali tersembunyi di balik bahasa diplomasi. Rashid Khalidi menelusuri perjalanan panjang ini melalui arsip, dokumen, dan kisah keluarganya sendiri—menyajikan sejarah yang hidup, dekat, dan tak bisa diabaikan. Dengan ketenangan seorang sejarawan dan ketajaman seorang…
Komisi III adalah panggung DPR, karena selain seluruh anggota yang duduk di sana adalah kader-kader berkualitas dari seluruh partai, komisi ini juga tidak pernah lepas dari pemberitaan. Setiap hari pasti ada masalah dan isu yang disikapi oleh para anggota Komisi III. Setiap isu yang disikapi tentu saja sangat menarik perhatian publik luas. Benny K. Harman merupakan salah satu anggota DPR RI …
Sjahrir: Politik dan Pengasingan di Indonesia, karya Rudolf Mrázek menampilkan hampir seutuhnya sosok seorang yang bernama Sjahrir, salah satu dari the Founding Fathers Republik Indonesia. Sosoknya menjadi demikian dibutuhkan tatkala gejolak Revolusi Nasional 1945-1949, hingga Sjahrir ditunjuk sebagai Perdana Menteri RI sebanyak tiga kali. Juga, nasib akhirnya yang kontradiktif, terpenjara …