Text
Merayakan Khilafiah Menuai Rahmat Ilahiah: Jawaban-Jawaban atas Persoalan Seputar Penyelenggaraan Upaya Kematian Berdasarkan Al Quran dan Hadits
Amaliah-amaliah seperti tahlilan, shalawatan, ziarah kubur, manaqib, dan lain-lain merupakan tradisi khas NU atau mazhab Aswaja (Ahlussunnah wal Jama'ah). Tradisi-tradisi ini hingga sekarang tetap semarak dan diamalkan oleh hampir sebagian besar umat di Nusantara.rnrnAdalah Kaum Wahabi (gerakan Wahabisasi) yang akhir-akhir ini massif ingin menghilangkan praktik-praktik amaliyah-diniyah yang telah diamalkan sejak zaman Rasulullah SAW, para sahabat, tabi'in, Walisongo, para kiai, dan seterusnya hingga pada masa kita sekarang ini. Gerakan Wahabisasi biasanya muncul karena khazanah pemahaman keagamaan mereka yang sangat minim. Disangkanya, amaliyah-diniyah tersebut tidak memiliki landasan Al-Qur'an maupun hadits-hadist Nabi SAW, baik secara langsung (manthuqiy) maupun tidak langsung (mafhumiy) secara lebih rinci, dan karenanya dituding sebagai kebid'ahan dan kesesatan.rnrnTernyata, dengan penerbitan buku ini, semua tuduhan itu terbukti hanya isapan jempol dan fitnah belaka. Buku ini mencoba memberikan solusi dengan menjawab berbagai tuduhan sebagian orang terhadap tradisi penyelenggaraan kematian. buku ini diharapkan dapat menambah pemahaman kita terhadap tradisi penyelenggaraan kematian yang selama ini menjadi permasalahan, sehingga diharapkan kita tidak terburu-buru menuduh kafir, syirik, sesat, dan bidah, yang tidak layak bagi seorang muslim, karena hal itu tidak akan memberikan manfaat apa pun, selain kemudharatan.rnKehadiran buku ini juga diharapkan dapat menjembatani para pembaca dan warga yang bermazhab Aswaja dalam mengamalkan ajaran Islam ala thariqati ahlissunnah wal jama'ah an-nahdliyah.rn
No other version available