Text
Garam, Kekerasan, dan Aduan Sapi: Esai-Esai tentang Orang Madura dan Kebudayaan Madura
Buku yang berjudul Garam, Kekerasandan Aduan Sapi karya antropologi belanda Mr. Hub De Jonge iniakan memberikan wawasan yang komprehensip terhadap masyarakat Madura. Hub mencoba menelusurijejak-jejak dan hal-hal yang berkaitan dengan budaya masyarakat Madura, termasuk mengapa masyarakat Madura memiliki tipikal sebagai suku yangmemiliki watak keras tetapi juga memiliki daya humor tinggi akan di paparkan Hub dalam esai-esainya yang terkumpul dalam buku setebal 331 halamanrnrnMenurut Hub, stereotip yang sedang berkembang bahwa masyarakat Madura;keras, kakuperlu adanya verifikasi dan advokasi. Stereotop semacam ini akan memuculkan banyak masalah. ketimpangan sosial, kecemburuan sosial dan merugikansuku Madura.Padahal bangsa yang baik adalahbangsa yang menghargai multikulturalisme. Tidak ada bangsa manapun yangseragam, tetapi mereka beranekaragam, karena itulah ciri bangsa besar.rnrnMadura tutur hub memiliki watak keras, tidak serta merta muncul danujug-ujug dalam suku Madura begitu saja. Melainkan ada sebab yang membarenginya. Titik temu dalam analisis hub, Madura memiliki wata keras akibat beban sikologis akan desakan ekonomiyang dideritanya semasa penjahan belanda. Madura yang mayoritas petani garam, dengan harga jula rendah, tetapiharus memberi upeti belandamembuatmasyarakat Madura hidup dalam jurang kemiskinan.Kondisi sosial semacam ini yang membuat mastarakat Madura menjadisuku yang keras dan memilki daya resistensi untukrnrnHal yang menarik yang tertuang dalam buku ini adanya penghargaan besar terhadap sepirit multikulturalisme. Sejalan dengan pancasila, multikulturalisme idealnya menjadi dasar untuk berbangsa dan bernegara dengan menghargai segala bentuk perbedaan di tengah carut marutnya kehidupan berbangsa kita.Baru akan tercipta hidup yang harmonis.
No other version available