Text
Pendidikan Multikultural: Cross-Cultural Understanding untuk Demokrasi dan Keadilan
Pendidikan multikultural adalah strategi pendidikan yang diimplementasikan pada semua mata pelajaran atau mata kuliah dengan memakai perbedaan kultural di antara peserta didik—perbedaan suku, agama, bahasa, gender, kelas sosial, ras, kemampuan, dan umur—agar pembelajaran menjadi mudah dan produktif sekaligus sebagai sarana untuk melatih dan membentuk pandangan dan sikap demokratis, humanis, dan pluralis peserta didik dalam kehidupan mereka sehari-hari.rnrnTujuan pendidikan multikultural setidaknya ada dua, di mana keduanya saling berkaitan: pertama, mengembangkan perspektif multikultural di kalangan guru, dosen, mahasiswa, ahli pendidikan, dan pengambil kebijakan sehingga mereka mampu menumbuhkan nilai-nilai demokrasi, pluralisme, dan humanisme kepada peserta didik dan masyarakat. Kedua, mengupayakan agar peserta didik tidak saja menguasai materi yang diajarkan namun juga memiliki pandangan dan karakter kuat untuk bersikap demokratis, pluralis, dan humanis.rnPendidikan multikultural merupakan salah satu model dari konsep dan strategi pendidikan karakter. Pendidikan karakter adalah upaya terencana untuk menumbuhknan nilai kesantunan, moral, dan etik di tengah-tengah masayarakat agar masyarakat tetap utuh, tertata harmonis, dan juga sejahtera.rnDalam sebuah bebrayan atau kehidupan bersama perlu ada acuan moral dan etis yang dipegangteguh dan dipraktikkan oleh sesama warga negara, sehingga dalam konteks ini, pendidikan karakter terkait erat dengan pendidikan moral, pendidikan kewarganegaraan, dan civic education.rn
No other version available