Text
Kekerasan ekstrem Belanda di Indonesia : perang kemerdekaan Indonesia 1945-1949
Perdebatan di Belanda tentang tindak kekerasan ekstrem selama Revolusi Indonesia terbagi dalam tiga tahap. Tahap pertama berlangsung dari tahun 1949 hingga 1969 dan ditengarai oleh senyapnya tanggapan dari masyarakat atasi kejadian itu. Tahap kedua dari tahun 1969 hingga 2008 menunjukan sikap mendua: lebih terbuka dalam menghadapi pemberitaan yang mengungkap kekerasaan ekstrem. Tahap ketiga, perkara tuntutan hukum terhadap Negara sehubungan dengan terjadinya rangakaian kejahatan perang selama perang kemerdekaan Indonesia, berita media, dan publikasi yang mengundang perhatian masyarakat. Banyak kejahatan perang yang dilakukan oleh tantara Belanda selama masa Agresi Militer. Tindakan membunuh para tawanan Indonesia, dengan menembak di tengkuk. Pembunuhan masal di Sulawesi Selatan, yang dilakukan dua tahun sebelumnya oleh Korps Pasukan Khusus di bawah Kapten Raymond Westerling. Banyak kejadian yang ditutupi oleh petinggi kolonial sehingga tindak kekerasan ekstrem tidak diketahui oleh umum dan orang yang bertanggung jawab tidak dituntut.
No other version available