Perpustakaan Amir Machmud

Kementerian Dalam Negeri

  • Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject ISBN/ISSN Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Jati diri manusia Indonesia dalam perspektif pembentukan karakter bangsa
Bookmark Share

Text

Jati diri manusia Indonesia dalam perspektif pembentukan karakter bangsa

Budi Winarno - Personal Name; Karna Wijaya - Personal Name; Wega Trisunaryanti - Personal Name; Sahid Susanto - Personal Name; Muhjidin Mawardi - Personal Name; Soenarto Sastrowijoto - Personal Name; Totok Gunawan - Personal Name; Sri Suryawati - Personal Name; Siti Malkhamah - Personal Name; Tadjuddin Noer Effendi - Personal Name; I Dewa Putu Wijana - Personal Name; Sukandarrumidi - Personal Name; Sudjito - Personal Name; Soejadi - Personal Name; Sudarmadji - Personal Name; Sunarru Samsi Hariadi - Personal Name; Kaelan - Personal Name; Soekotjo - Personal Name;

Manusia sebagai insan bila dicermati, sifat dan perilakunya ada yang positif dan ada pula yang negatif. Gerak dinamis senantiasa melekat dalam kehidupannya. Baik sebagai pribadi, kelompok, bahkan bangsa, manusia memainkan peranan penting dalam membuat sejarah kebangkitan atau keruntuhan bangsanya. Keterpaduan unsur internal berupa: pandangan hidup, tekad, semangat, dan kehendak dengan unsur eksternal yakni lingkungan (fisik maupun sosial), senantiasa mewarnai dan mengantarkan kehidupannya menjadi lebih beradab dan berbudaya atau runtuh berantakan sebagai bangsa yang tak berbudaya.rnrnMenurut founding fathers, kosmologi manusia Indonesia sebenarnya cenderung bersifat kekeluargaan. Berhubung dengan hal itu, maka di dalam UUD 1945 diletakkan dasar-dasar kehidupan kekeluargaan itu dalam berbagai aspek, baik ekonomi, sosial, politik, hukum, budaya, dan sebagainya. Akan tetapi diingatkan pula bahwa “Meskipun disusun Undang-Undang Dasar yang menurut kata-katanya bersifat kekeluargaan, apabila semangat para penyelenggara Negara, para pemimpin pemerintahan itu bersifat perseorangan, Undang-Undang Dasar tersebut bisa jadi tidak ada artinya dalam praktek”.rnrnTampaknya kekhawatiran dan peringatan para founding fathers itu kini menjadi kenyataan. Kesadaran tentang kemajemukan dalam bingkai kekeluargaan (bhinneka tunggal ika) yang sebenarnya sudah muncul sejak zaman pra kemerdekaan dan relatif terpelihara di era Orde Lama, pada gilirannya mengalami degradasi cukup tajam sejak tampilnya rezim Orde Baru, dan semakin parah di era Orde Reformasi. Kebhinekaan dan kekeluargaan justru disalahartikan dan dipersempit untuk mempertegas batas identitas antar individu, kelompok, partai atau golongan, bahkan, terkait dengan pemilihan kepala daerah sampai mengerucut pada persoalan putera asli daerah atau tidak. Lebih luas dari itu, pada tataran sosiologis, setiap hari terjadi bentrok antar warga, antar geng, antar kelompok masyarakat, bahkan antar lembaga Negara. Bagaikan di rimba belantara, saudara-saudara kita sebagai komponen bangsa saling menerkam satu terhadap yang lain (homo homini lopus). Seolah-olah cara-cara keji itu merupakan pilihan satu-satunya agar dirinya bisa survive dalam kehidupan ini.


Availability
#
Perpustakaan Amir Machmud 320.5409 KAE j
SJN00003698
Available
Detail Information
Series Title
-
Call Number
320.5409 KAE j
Publisher
Yogyakarta : UGM Press., 2015
Collation
xii, 400 hlm.: ilus.,; 23 cm
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
979-420-890-6
Classification
320.5409
Content Type
-
Media Type
-
Carrier Type
-
Edition
Cet. 1
Subject(s)
Kebudayaan
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility
Kaelan
Other version/related

No other version available

File Attachment
No Data
Comments

You must be logged in to post a comment

Perpustakaan Amir Machmud
  • Information
  • Librarian
  • Admin
  • Penghitung Pengunjung

About Us

Perpustakaan Amir Machmud (NPP. 3171014A0000008) merupakan perpustakaan khusus. Perpustakaan Amir Machmud memiliki slogan “Suluh Bacaan Politik dan Pemerintahan”.

Filosofi slogan tersebut bermakna perpustakaan Amir Machmud dapat menjadi penerang bagi pemustaka dalam mencari sumber informasi sekaligus referensi terkait politik pemerintahan.

Jam Pelayanan

  • Senin-Jum'at 07.30-16.30
  • Sabtu-Minggu Libur

Ikuti di Instagram Tonton di YouTube

© 2026 — Perpustakaan Amir Machmud Kemendagri

Powered by Kementerian Dalam Negeri
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search
Where do you want to share?