Text
Deradikalisasi Nusantara: perang semesta berbasis kearifan lokal melawan radikalisme dan terorisme
Pergolakan gerakan radikal di Timur Tengah diyakini akan selalu mampu menemukan cara untuk sampai ke Indonesia. Hal ini diperkuat dengan fakta bahwa gerakan radikal di Indonesia terus tumbuh menggurita dan menciptakan “keluarga besar” yang saling melindungi. Pesan ini adalah salah satu dari sekian banyak hal penting yang disampaikan Agus S.B dalam buku terbarunya, Deradikalisasi Nusantara (Daulah Press: 2016). Sebagai orang yang berada langsung di balik program deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Agus paham betul pergerakan kelompok-kelompok radikal teroris serta upaya penanganan yang dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi agar kelompok-kelompok itu tidak berkembang dan mengancam keutuhan bangsa. Ia mengakui bahwa perang saudara yang terjadi di Suriah telah menghidupkan kemabli minat jihad di kalangan militan Indonesia. Mereka melihat ISIS sebagai embrio bagi kekhalifahan Islam yang mereka idam-idamkan. Dalam buku setebal 312 halaman ini, mantan deputi 1 bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradilasasi ini tegas menyatakan bahwa radikalisme-terorisme hanya menebar ilusi, bukan kepastian yang patut diyakini. Impian untuk mendirikan negara agama yang juga dibumbui dengan berbagai janji-janji surgawi melalui serangkaian aksi kekerasan dipandangnya justru bertentangan dengan hakikat agama itu sendiri, yang menurutnya membawa pesan damai dan penuh kebaikan.
No other version available