Text
Cerdas, Kritis, dan Aktif Berwarganegara :pendidikan kewarganegaraan untuk perguruan tinggi
Perkembangan masyarakat didunia semakin cepat baik secara langsung ataupun tidak langsung dan ini mengakibatkan perubahan besar pada berbagai bangsa didunia. Permasalahan kebangsaan dan kenegaraan khususnya di Indonesia semakin kompleks dan rumit ketika disuatu sisi terdapat ancaman internasional sedangkan pada sisi lain muncul masalah internal, yaitu maraknya tuntutan rakyat, yang secara objektif mengalami suatu kehidupan yang jauh dari kesejahteraan dan keadila sosoal.
Prinsip-prinsip dasar yang telah ditemukan oleh para pendiri bangsa indonesia yang kemudian diabstraksikan menjadi suau prinsip dasar filsafat bernegara itulah yang disebut Pancasila. Dengan pemahaman demikian, Pancasila sebagai falsafat hidup bangsa Indonesia ini mengalami ancaman dari munculnya nilai-nilai baru dari luar dan pergeseran nilai-nilai yang terjadi.
Secara ilmiah harus disadari bahwa suatu masyarakat atau bangsa senantiasa memiliki suatu pandangan hidup atau falsafah hidup yang berbeda dengan bangsa lain dan hal inilah yang disebut sebagai local genius ( keceedasan/kreatifitas lokal ) dan sekaligus sebagai local wisdom ( kearifan lokal ) bangsa . dari setiap sila-sila pancasila merupakan satu-kesatuan sistem yang bulat dan utuh. Refleksi filsafat yang dikembangkan oleh notonagoro untuk menggali nilai-nilai abstrak dan hakikat nilai pancasila, ternyata kemudian dijadikan sebagai pangkal tolak pelaksanaan yang berwujud konsep pengalaman secara subjektif dan objektif.
Proses pembentukan Pancasila itu sendiri melalui beberapa proses yang sangat rumit dan panjang dari mulai manusia pertama, lalu pembentukan negara Indonesia kemudian dijajah oleh bangsa asing, yang tidak kalah pentingnya dijajah oleh Jepang yang kemudian menjadi pembuka untuk membentuk negra Indonesia secara utuh dengan dasar hukumnya.
No other version available