Text
Bila Parodi Diadili
Buku ‘Bila Parodi Diadili’ menyoroti dan menceritakan permasalahan kala pemuatan foto parodi Akbar Tanjung oleh Koran Rakyat Merdeka yang berujung kurungan penjara. Foto ilustrasi yang dijadikan headline oleh harian Rakyat Merdeka dinilai menurunkan harga diri serta membuat malu keluarga Akbar Tanjung. Bagaimana tidak? Dalam ilustrasi berita utama hari itu, Rakyat Merdeka memang memuat gambar Akbar Tanjung seperti ini: Muka sedih mengadah dengan mata terpejam berkacamata, mengenakan celana hitam, tapi bertelanjang dada dengan keringat bercucuran di sekujur tubuh. Ilustrasi tersebut didukung dengan judul berita ‘Golkar Nangis Darah’ yang ditulis besar dan sub judul: ‘Akbar Sengaja Dihabisi.’
Pemuatan ilustrasi Akbar Tanjung tersebut bukanlah hal yang semata-mata terjadi atas sendirinya. Senin, 7 Januari 2002 redaksi Rakyat Merdeka telah menyepakati bahwa berita Akbar Tanjung yang berubah status saksi menjadi tersangka dalam kasus korupsi Buloggate II akan menjadi berita utama untuk edisi Selasa, 8 Januari 2002. Sudah menjadi ciri khas Rakyat Merdeka, berita utama yang terpampang pada halaman depan Koran umumnya dilengkapi dengan ilustrasi untuk memperkuat isinya.
No other version available