Text
Politik Islam Politik: Pergulatan Ideologis PPP menjadi partai islam
Sejak wacana ‘matinya ideologi’ dikemukakan oleh Daniel Betk.The | End of. ideology in the West - 1990), para ilmuwan dan khususnya para politisi di berbagai belahan dunia berusaha melihat kembali vitalitas perangkat-perangkat nilai yang saat itu digunakannya .sebagai ideologi. Upaya-upaya tersebut pada akhirnya menunjukkan bahwa tesis Bell tersebut tidak sepenuhnya benar, dan bahkan cenderung bersifat reduksionis. Di sisi lain, terutama di negaranegara yang didominasi oleh praktik de-idelogisasi, tesis Bell tersebut diterima bak ‘bacaan wajib’ dalam penanaman nilai-nilai kewarganegaraan. Nilai-nilai baru yang muncul belakangan — meski tidak dinamai sebagai ideologi — diperlakukan dan ditempatkan layaknya suatu ideologi. lronisnya, satu dua nilai baru di antaranya justru kembali mempertanyakan kesahihan tesis Bell. Kompleksitas munculnya ‘ideologi’ baru tersebut bahkan memperjelas suatu hakikat bahwa ‘matinya ideologi’ adalah juga ideologi di dalam wujud yang lain.
Di tingkat praksis, pergerakan wacana pemikiran di atas mewujud pada dilema ideologis yang dihadapi oleh partai-partai politik modern: di satu sisi partai politik berkepen-tingan untuk membumikan (kembali) nilai-nilat ideologis yang digunakannya sebagai asas politik di sisi yang lain secara bersamaan, partal politik harus pula membuktikan vitalitas nilai-= nilai tersebut pada tataran kebutuhan yang sangat pragmatis.
No other version available