Text
Jalan menuju stabilitas : mencapai pembangunan ekonomi berkelanjutan
”Optimisme” agaknya mengawali masa-masa awal BA sebagai nakhoda otoritas moneter, karena saat itu perekonomian Indonesia telah mulai membaik, inflasi cenderung menurun, kurs Rupiah terus menguat, sukubunga kredit menurun, ... ditambah dengan kondisi nasional yang telah secara dewasa melangsungkan pemilihan umum yang sangat demokratis; serta pemilihan presiden secara langsung yang berjalan mulus. Saat ini pun optimisme itu terus mencuat, seperti ”Pengantar” GBI dalam buku ini. Di sisi lain, soal kelembagaan juga merupakan bagian dari optimisme itu, dengan semakin mantapnya kelembagaan Bank Indonesia melalui addendum terhadap Undang-undang Nomor 23/1999 tentang Bank Indonesia.
”Kehati-hatian” agaknya sisi lain yang merupakan perhatian utama GBI. Obsesinya untuk melihat perbankan yang semakin tangguh, diimplementasikannya secara bertahap, dimulai dengan merumuskan Enam Pilar Arsitektur Perbankan Indonesia (API), sehingga diharapkan perbankan Indonesia secara bertahap dapat bermain dalam level of playing field yang setara dengan negara lain yang lebih maju.
Dengan optimisme dan kehati-hatian yang diterapkan Bank Indonesia, kiranya terbentang jalan m
No other version available