Text
Fitrah manusia: pembaharuan administrasi pemerintahan dalam pembangunan bangsa Indonesia "sunda" nusantara: semua umat dari adam
Fitrah Manusia SUNDA telah lama dilaksanakan oleh Prabu Siliwangi Raja Padjadjaran XIII, kemudian oleh Prabu Kian Santang bergelar Sunan Rochmat sebagai Raja Padjadjaran XV dan juga penyebar agama Islam di Nusantara dengan cara hidup baik, silih asih, silih asah, silih asuhnya, bersih dan sederhana, menyayangi sesama manusia seperti menyayangi diri sendiri serta selalu berhati jernih, jujur dan berdoa untuk kepentingan bersama antara pemerintah dengan rakyatnya.
Adapun unsur-unsur Fitrah Manusia sebagai pembaharuan administrasi pemerintahan dalam pembangunan bangsa Indonesia SUNDA Nusantara adalah : beriman kepada Tuhan Yang Maha Kuasa; Kemanusiaan yang adil, jujur dan beradab; persatuan dan persaudaraan; keadilan sosial; dan musyawarah atau demokrasi
Falsafah hidup SUNDA Nusantara/Indonesia sekarang sebenarnya sudah lebih baik bila dilaksanakan, tanpa adanya rekayasa karena telah sesuai dengan fitrah manusia itu sendiri. Adanya kolusi dan korupsi karena contoh pimpinan yang melekat pada sistem administrasi tidak dijalankan dengan baik, tegas dan konsekuen sesuai dengan hati nuraninya yang berakibat timbulnya berbagai krisis multidimensi yang berkepanjangan.
Akhir kata, kesalahan dan kekeliruan tidak terlepas dalam penulisan ini karena penulis sedang belajar membuka tabir bahwa semua sumber ilmu dari Al-Qur’an terutama yang berhubungan dengan ilmu administrasi pemerintahan di mana kesalahan itu merupakan substansi ketidaksempurnaan penulis sebagai manusia.
No other version available