Text
Fethullah Gulen : Sang Inspirator Gerakan Damai Masyarakat Sipil di Turki
Buku ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara kemiskinan dengan aksi kekerasan. Gerakan dakwah yang damai dan toleran dapat menjadi alternatif solusi meredam permasalahan tersebut. Ide Penulisan buku ini berangkat dari sebuah teori bahwa kemiskinan merupakan salah satu faktor penting pemicu aksi kekerasan dan lunturnya sifat perikemanusiaan. Bahkan sifat kebiadaban dan kebrutalan ini dapat melahirkan aksi terorisme. Sifat dehumanisasi ini menjadi momok menakutkan bagi masyarakat dunia saat ini. Teori ini didukung oleh pendapat tentang hubungan antara kemiskinan dan kekerasan seperti apa yang diungkapkan oleh Thomas Crombie Schelling, Guru Besar Universitas Maryland, Amerika Serikat, bahwa terorisme sebagai suatu alat yang dipergunakan oleh orang yang miskin, lemah dan tertindas untuk mengadakan perlawanan. Terkait opini negatif tentang terorisme, maupun aksi kekerasan lainnya yang saat ini kerap dialamatkan pada Islam, penulis mengutip pendapat Asghar Ali Engineer bahwa agama khususnya Islam, sebagai agama yang penuh dengan nilai-nilai damai dan tidak memungkinkan untuk memprovokasi kekerasan. Pada skala yang lebih luas, Engineer menolak hubungan integral antara agama, apalagi Islam dengan kekerasan (violence). Di belahan bumi lain di dunia Islam, yakni Turki, ternyata ada sosok ulama yang cukup berhasil menanamkan nilai-nilai Islam yang damai dan toleran pada para pengikutnya. Ia berhasil membangun institusi pendidikan dan jaringan bisnis yang mandiri, meningkatkan taraf hidup masyarakat sehingga mampu mengecap pendidkan yang layak. Sosok tersebut adalah Muhammad Fethullah Gulen, seorang tokoh Islam moderat berasal dari Turki. Aktivitas Fethullah Gulen yang populer dengan Gulen Movement, menentang dan mengutuk segala bentuk kekerasan dan aksi terorisme dalam menyampaikan pesan-pesan Islam. Hal ini ternyata dapat membebaskan mereka dari arus pemikiran radikal serta kebencian terhadap etnis atau agama lain, yang dapat melahirkan aksi kekerasan bahkan terorisme.
No other version available