Text
Megapolitan: Konsep, problematika dan prospek
Pada permulaan abad pertama millenium ketiga, terdapat kecenderungan perkembangan kota-kota yang menarik. Baik negara berkembang maupun negara maju menunjukkan gejala perkembangan yang mirip. Salah satu di antaranya adalah adanya gejala meningkatnya proporsi penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. Di samping itu, juga diikuti oleh meluasnya areal kekotaan secara fisikal. Masing-masing kota akan makin meluas areal kekotaannya sehingga koalisi kekotaan secara fisikal akan menggejala. Koalisi kekotaan antara berbagai kota-kota individual ini dengan sendirinya akan mengakibatkan terciptanya integrasi kekotaan di bidang sosial, ekonomi, kultural dan spasiat.
Makin meningkatnya jumlah penduduk dan kegiatan di kota-kota yang terjadi terus-menerus, serta makin meluasnya areal masing-masing kota dan tidak terbendungnya proses urban sprawl ke arah luar masingmasing kota maka pada abad ini akan terlihat gejala yang sangat fenomenal, yaitu terjadinya integrasi keruangan antar kota darn menciptakan kota-kota besar yang kemudian dikenal dengan istilah megapolitan.. Munculnya gejala megapolitanisasi ini, perlu diantisipasi semenjak dini, karena akan menimbulkan berbagai dampak baik positif maupun negatif dalam berbagai dimensi kehidupan. Khususnya mengenai dampak negatif, perlu diantisipasi sedini mungkin sehingga dampak-dampak negatif tersebut dapat diminimasi atau bahkan dapat dieliminasi.
Hal inilah yang mendasari mengapa pada bag’an satu akan membahas hal-hal yang berkaitan dengan proses urbanisasi. Kemudian, pada bagian kedua mengungkapkan secara lebih spesifik mengenai makna megapolitan. Bagian tiga mengemukakan proses terbentuknya megapolitan atau megapolitanisasi. Bagian empat membahas berbagai * contoh megapolitan dunia, seperti di Eropa, Amerika Serikat, Canada, Australia, Amerika Latin, Asia dengan penekanan pembahasan pada beberapa megapolitan di kawasan Pasific Rim (kawasan negara-negara yang membingkai Lautan Pasific, seperti Korea, Jepang, China, Taiwan, Cambodia, Malaysia, Indonesia, Filipina, Australia, Chilie, Bolivia, Amerika Serikat). Bagian lima, bagian akhir, membahas gejala megapolitan di Indonesia dengan penekanan pada dampak negatif yang
ditimbulkannya, agar memudahkan penyusunan upaya antisipasinya.
No other version available