Text
PKI Sibar : Persekutuan Aneh antara Pemerintah Belanda dan Orang Komunis di Australia 1943-1945
Buku ini mengisahkan persekutuan “aneh” di Australia antara pejabat Belanda yang melarikan diri ke Australia setelah Hindia Belanda diduduki oleh Jepang, dan para tahanan komunis serta nasionalis yang dibuang di Boven Digoel. Persekutuan dimulai pada 1943 karena orang Belanda dan orang buangan memiliki musuh bersama yang ditakuti, yaitu kekuatan fasis Jepang.
Van der Plas adalah tokoh utama Belanda yang berharap dapat memanfaatkan orang-orang Digoel. Ia membujuk para tahanan untuk pindah ke Australia dengan iming-iming akan membebaskan mereka. Ia juga berharap bahwa organisasi baru Serikat Indonesia Baroe atau SIBAR, yang dibentuk sebagai hasil kerja sama pemerintah Belanda dan orang buangan, akan menjadi alat untuk memudahkan kembalinya kekuasaan Belanda. Bagi orang komunis, SIBAR menjadi cara untuk mempropagandakan kemerdekaan Indonesia dan mengkritik Belanda. Sementara itu, kaum komunis menganggap Belanda sebagai kawan sehaluan, bahkan ketuanya, Sardjono, disumpah sebagai opsir KNIL. Sejarawan terkemuka Harry A. Poeze mengungkapkan dengan terperinci dalam buku ringkas tetapi sarat informasi ini perihal bagaimana persekutuan “aneh” tersebut berjalan.
No other version available