Text
Soekarno Studies : Ketika Santri Membaca Sang Proklamator
Soekarno Studies Ketika Santri Membaca Sang Proklamator. "Apa yang akan Iahir ketika Soekarno dibaca dari kacamata seorang santri? Santri ini tentu tak sekadar santri yang akrab dengan ”kitab-kitab gundul", nahwu dan shorof, atau kitab-kitab fiqh, ia terlebih santri yang menggumuli teori-teori poskolonial—”santri poskolonial”. Hasilnya, beberapa pembacaan yang berliku tentang perumus Marhaenisme itu, yang berisi gugatan, negosiasi, dan "duel konseptual" terhadap Narasi-narasi Modernis yang linear dan monolitik atas Soekarno dan warisan pemikirannya: menempatkan ”Bung Besar" sebagai nasionalis-sekuler yang pedas terhadap agama dan kaum agamawan, lebih khusus lagi Islam. Di titik di mana Islam dan Nasionalisme, bahkan Marxisme, tampak tegang tanpa terjembatani, ”santri poskoIonial" kita di buku ini memperlihatkan kemungkinan mempersenyawakan ketiga arus besar ini melalui model keislaman Nusantara kaum santri yang diam-diam memiliki ghirah revolusioner dalam jiwa mereka, dan rata-rata datang dari lapisan Marhaen pedesaan yang menjadi tumpuan harapan
Soekarno untuk membangun ''lslam yang tercerahkan".”
No other version available