Computer File
Prasasti & Raja-Raja Nusantara
Kepulauan Indonesia ditemukan banyak benda eagar budaya dari masa prasejarah sampai dengan masa sejarah, berukuran monumental (bangunan eandi, punden berundak, keraton, masjid) hingga berukuran keeil (koin, manik-manik, dsb). Benda-benda eagar budaya itu sebagian masih di tempat asalnya karena sifatnya yang tidak mudah diangkat/dipindahkan (unmovable) seperti bangunan-bangunan kuno, area-area yang berat, dsb. Sebagian lagi disimpan di berbagai tempat seperti Balai Arkeologi, Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala, museum-museum di dalam negeri dan luar negeri. Selain benda eagar budaya yang movable (mudah dibawa), pada akhirnya sebagian benda eagar budaya yang unmovable pun ikut dipindahkan
ke tempat tersebut karena alasan keamanan (dari peneurian dan perusakan oleh alam dan manusia).
Museum Nasional Indonesia pun menyimpan benda eagar budaya tak kurang dari 50.000 buah, terdiri dari koleksi prasejarah, arkeologi, keramik dan numismatik. Apa yang disebut sebagai "koleksi arkeologi" sebenarnya adalah koleksi yang sebagian besar terdiri dari area, perhiasan, peralatan rumah tangga, peralatan peribadatan, dan prasasti. Koleksi tersebut berasal dari periode abad IV sampai dengan abad XV Masehi. Di antara koleksi tersebut terdapat sejumlah prasasti batu dan logam antara lain emas, perak, tembaga dan perunggu; hampir separo dari prasasti-prasasti yang ditemukan kembali di Indonesia ini berada di Museum Nasional.
Prasasti, oleh sebagian besar ahli arkeologi dan sejarah, dipandang sebagai sumber data yang sangat penting bagi penelitian sejarah Indonesia kuna. JG de Casparis, seorang ahli epigrafi Belanda, mengatakan prasasti sebagai "tulang punggung" sejarah Indonesia kuna (1954:44-47). Pendapat ini bukan tanpa alasan sebab kenyataannya daerah-daerah di Indonesia yang sedikit atau sama sekali tidak meninggalkan prasasti peristiwa sejarah tidak dapat atau tidak banyak diketahui. Penelitian prasasti lebih banyak memberikan kemungkinan rekonstruksi kehidupan manusia masa lampau dari berbagai aspek seperti aspek sosial-ekonomi, keagamaan, hukum, lingkungan hidup, dan sebagainya.
No other version available