Text
Majalah Tempo Januari 2021
Pada bulan Januari 2021, Majalah Tempo memuat lima edisi. Edisi pertama yang dibahas adalah tentang "Investigasi Berebut Komodo" yang diterbitkan pada 4-10 Januari 2021. Dalam ulasan tersebut, membahas NASIB komodo dan satwa langka lain terancam akibat pembangunan kompleks wisata premium di Taman Komodo. Tiga perusahaan bergerilya untuk membangun resor di wilayah itu. Penelusuran Tempo menunjukkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sampai mengurangi ruang publik untuk mengakomodasi kepentingan pengusaha. Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Laiskodat turut kepincut berinvestasi melalui perusahaan daerah. Hendak merelokasi usaha penduduk lokal. Edisi Majalah Tempo selanjutnya, yaitu edisi kedua 11-17 Januari 2021, mengangkat tema "Setelah FPI Dilarang". membahas mengenai PEMERINTAH melarang kegiatan Front Pembela Islam dengan menerbitkan surat keputusan bersama enam menteri dan kepala lembaga. Lebih dari 60 rekening organisasi pimpinan Muhammad Rizieq Syihab itu juga diblokir Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan. Pelarangan FPI ditengarai terjadi karena lembaga itu antara lain dianggap menghambat investasi, mengganggu stabilitas politik, dan terkait dengan kegiatan terorisme. Perintah pelarangan disebut-sebut datang langsung dari Presiden Joko Widodo.
Kemudian, Tempo mengambil tema "Bertaruh Pada Vaksin" yang terbit 18-24 Januari 2021. Edisi ketiga tersebut membahas kabar PEMERINTAH resmi menjalankan vaksinasi Covid-19 setelah Presiden Joko Widodo menjadi orang pertama yang disuntik antivirus corona. Pemberian vaksin itu dilakukan setelah beberapa kali target yang ditentukan pemerintah mundur. Penyebabnya beragam, dari belum siapnya uji klinis vaksin hingga belum keluarnya status halal. Vaksinasi ini menjadi jalan pintas pemerintah dalam penanganan Covid-19 yang berantakan. Pemerintah juga menggalang sejumlah kalangan, dari artis hingga ulama, agar masyarakat tak menolak divaksin.
Ada pun, terbitan Majalah Tempo edisi 25-31 Januari 2021 bertemakan "Bancakan Bansos Banteng". Tempo mengulas PAKET bantuan sosial diduga menjadi lahan bancakan sejumlah politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Dugaan keterlibatan mereka terungkap dari pengakuan sejumlah saksi dan catatan dokumen yang kini disita Komisi Pemberantasan Korupsi. Sejumlah petinggi partai diduga kecipratan fulus. Paket bantuan yang dirancang pemerintah guna menanggulangi dampak wabah Covid-19 itu juga disinyalir dimanfaatkan untuk mendongkrak perolehan suara dalam pemilihan kepala daerah. Edisi terakhir "Wajah Kusam Kampus" 1-7 Februari 2021, Tempo membahas mengenai MESKI terbukti melakukan swaplagiarisme, Muryanto Amin tetap dilantik sebagai Rektor Universitas Sumatera Utara. Dia disebut menjadi konsultan dalam memenangkan Bobby Nasution saat pemilihan Wali Kota Medan. Istana ditengarai turut memuluskan pelantikan itu.
No other version available