Text
Majalah Tempo April 2021
Majalah ini berisi kumpulan Majalah Tempo mingguan yang terbit selama April 2021. Pada nomor pertama yang terbit 5-11 April 2021. Tempo mengangkat tema "Generasi Teroris Milenial". Ulasan utama tema itu adalah PENANGKAPAN puluhan orang yang diduga terkait dengan jaringan Jamaah Ansharut Daulah di Makassar pada Januari lalu memunculkan dendam sisa-sisa kelompok yang belum tercokok Detasemen Khusus 88 Antiteror Kepolisian RI. Buntutnya, dua anggota kelompok yang tak tertangkap meledakkan diri di depan Gereja Katedral Makassar. Serangan ini diduga meningkatkan gairah kelompok teror yang sedang tidur. Penembakan di Markas Besar Polri pun terjadi. Polri dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme mengaku kebobolan. Sementara itu, pada nomor kedua yang terbit 12-18 April 2021 "Patgulipat Makelar Pejabat", Tempo mengulas mengenai SEJUMLAH pejabat di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi memanfaatkan perubahan organisasi di tubuh lembaga itu untuk memburu rente. Oknum di Kementerian Desa diduga memperjualbelikan jabatan dari tingkat eselon IV hingga eselon I. Akibatnya, kinerja Kementerian anjlok karena program tidak berjalan serta penyerapan dana desa rendah. Bagaimana praktik jual- beli jabatan di Kementerian Desa dilakukan? Adapun, nomor ketiga yang terbit 19-25 April 2021, Tempo mengusung tema "Mimpi Bukit Algoritma". Pada edisi ini Tempo membahas tentangPOLITIKUS Partai Demokrasi
Indonesia Perjuangan, Budiman Sudjatmiko, menjual ide ambisius Bukit Algoritma di Cikidang, Sukabumi, Jawa Barat. Menggunakan lahan usulan kawasan ekonomi khusus pariwisata yang terbengkalai, Budiman menggeser fokus bisnis menjadi "Silicon Valley" mini. Pencarian investor dimotori perusahaan perangkat lunak dan sistem komputer milik teman- teman Budiman. Berjualan ide atau kecap?. Selanjutnya, terbit majalah nomor keempat 26April-2Mei 2021 "Kompromi Vaksin Terawan", yang membahas Tarik ulur Vaksin Nusantara, meski dinilai tidak memenuhi kaidah ilmiah, penyuntikan vaksin Nusantara tetap dilakukan kepada sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Persoalan kesehatan makin bergeser menjadi masalah politik. Masukan Badan Pengawas Obat dan Makanan yang menyoal sejumlah prosedur pembuatan vaksin mantan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, itu tidak diindahkan.
No other version available