Text
Majalah Tempo September 2021
Majalah ini berisi kumpulan Majalah Tempo mingguan yang terbit selama September 2021. Pada nomor pertama yang terbit 6-12 September 2021, Tempo mengangkat tema "Siasat Baru Menagih Dana BLBI". Ulasan utama tema itu adalah DANA Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang disuntikkan pemerintah kepada bank swasta dan badan usaha milik negara pada akhir 1997 hingga awal 1998 masih menyisakan banyak masalah bagi pemerintah. Kewajiban yang harus ditanggung pemerintah terkait dengan BLBI mencapai Rp 110 triliun. Setelah upaya pidana tak berjalan sesuai dengan harapan, kini pemerintah memaksimalkan upaya perdata untuk mengejar 48 pengutang kakap agar memenuhi kewajiban mereka. Sementara itu, pada nomor kedua yang terbit 13-19 September 2021 "Azis Lagi Lagi Aziz".
Tempo mengulas mengenai KOMISI Pemberantasan Korupsi menetapkan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Azis Syamsuddin sebagai tersangka. Politikus dari Partai Golkar itu terjerat sejumlah kasus: dugaan suap terhadap penyidik KPK; jual-beli jabatan di Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara; dan korupsi di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Bagaimana tarik-ulur penetapan Azis menjadi tersangka?.
Adapun, nomor ketiga yang terbit 20-26 September 2021, Tempo mengusung tema "Manuver Calon Panglima". Pada edisi ini membahas BURSA Panglima Tentara Nasional Indonesia bergulir menjelang Marsekal Hadi Tjahjanto pensiun. Jenderal Andika Perkasa dan Laksamana Yudo Margono disebut paling berpeluang menjadi Panglima TNI. Kedua kepala staf TNI tersebut sama- sama dihantam berbagai isu, dari deklarasi dukungan abal-abal, kebobolan penceramah dari organisasi terlarang, hingga masalah asal harta kekayaan. Presiden Joko Widodo dikabarkan melibatkan tim kecil untuk membantu pemilihan. Dukungan dari partai politik di Dewan Perwakilan Rakyat juga masih terbelah.
Selanjutnya, terbit majalah nomor keempat 27 September-3 Oktober 2021 "Kipi Satu Hoax Seribu", yang membahas KASUS kejadian ikutan pasca-imunisasi (KIPI) bertambah. Komisi Nasional KIPI mencatat lebih dari 10 ribu kasus KIPI yang dilaporkan. Dari angka itu, lebih dari 10 orang meninggal. Meski Komnas KIPI menyatakan kematian itu tak berhubungan dengan vaksinasi Covid-19, keluarga korban meradang karena investigasi dan autopsi tak transparan. Belum ada aturan kompensasi bagi peserta vaksin yang meninggal.
No other version available