Text
Majalah Tempo Juli 2019
Majalah Tempo Juli 2019 membawakan empat tema yang berbeda dalam setiap edisi. Tema pertama dalam edisi 8-14 Juli 2019 membahas tentang Lelaki Gondrong dan Glock 42. Yang menjadi headline dari edisi ini ialah dalang dari tragedi kerusuhan 22 Mei. Hingga saat ini, pihak yang berwenang masih belum bisa mengidentifikasi siapa dalangnya, Bahkan informasi jumlah korban pun masih simpang siur. Di sini lah peran Tempo mengulik masalah ini dengan melakukan uji balistik dan autopsi. Siapa mereka dan bagaimana para korban tewas? Setelah memperkenalkan edisi di minggu awal bulan, 15-21 Juli 2019 Tempo menghadirkan wajah baru dengan tema Gembira Bersama Temenggung. Dikenal dengan nama asli Syafruddin Arsyad Temenggung, ia merupakan Mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional yang melakukan tindak pidana korupsi atas bantuan likuiditas Bank Indonesia. Ia berhasil melenggang bebas karena putusan dari Majelis Hakim yang menilai bahwa perbuatan Temenggung ini hanya persoalan perdata. Putusan ini begitu kontroversia;l. Untuk pertama kalinya putusan kasasi berisi tiga pendapat. Tempo akhirnya menyelidiki latar belakang para hakim agung tersebut. Tidak kehabisan akal, Tempo berani mengangkat tema Abrakadabra! BUMN Induk untuk edisi 22-28 Juli 2019 yang mengomentari siapa yang akan menggantikan Rini Soemarno, Menteri BUMN. Banyak yang sudah bersiap-siap yang menyorongkan jagoannya untuk menggantikan Rini, terutama tokoh =tokoh dari partai koalisi pendukung Joko Widodo. Salah satu nama yang dijagokan adalah bendahara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Wahyu Sakti Trenggono. Sampailah pada edisi terakhir yang bertema Bersatu, Bercerai, Teguh, Runtuh Lagi. Edisi 29 Juli-4 Agustus 2019 didominasi dengan pembahasan pertemuan antara Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya Prabowo Subianto dengan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri di kediaman Megawati, di Jalan Teuku Umar, Jakarta 24 Juli. Ketua Umum PDIP ini merangkul Prabowo Subianto untuk mempersempit gerak Surya Paloh dalam koalisi. Apakah penyebabnya?
No other version available