Text
Kerudung Merah Kirmizi
“Kamu tahu kirmizi itu adalah merah kotor, tapi kamu dapat menyaksikan mukjizat melalui orang lain yang memberimu cinta, yang mengingatkan kamu betap besar cinta itu dapat mengubahnya menjadi bersih seputih salju.”
Dengan latar belakang masa Orde Baru dan awal reformasi, novel ini menggambarkan secara telanjang lika-liku seorang pengusaha memanfaatkan oknum aparat keamanan dan para bandit untuk mencapai tujuannya. Dengan lincah Remy Sylado merangkai keharuan dan ketegangan menjadi kisah yang menawan; betapa cerita yang tulus dapat menjadi sumber kekuatan manusia dalam menghadapi marabahaya apa pun wujudnya.
Kehilangan merupakan takdir yang amat pahit dirasakan. Sebuah proses yang rumit untuk dilewati apalagi sambil menjalani peran ganda sebagai ibu dan sebagai wanita karier di tengah kerasnya kehidupan kota. Menjalani hidup dengan dua sisi tentu sangat sulit. Sisi yang menuntut tampil menarik untuk menggaet para pria hidung belang dan sisi keibuan di hadapan anak. Tuntutan membiayai hidup harus dibayar mahal dengan cemooh tetangga. Sulit untuk menemukan kekasih pengganti yang sempurna seperti dulu. Tidak yakin akan sosok baru akan menggantikan kesempurnaan tersebut. Hingga akhirnya seorang pria bisa meluluhkan hati. Perlahan, kehadiran pria tersebut bisa menggantikan kenangan-kenangan masa lalu yang masih menyelimuti hati. Perjalanan sulit untuk menjalani hati yang baru. Apakah dia sosok yang tepat? Terkadang penyesalan selalu hadir terlebih dahulu dibanding menyadari lebih cepat konsekuensi yang terjadi.
No other version available