Perpustakaan Amir Machmud

Kementerian Dalam Negeri

  • Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject ISBN/ISSN Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Renungan Seorang Patriot Indonesia
Bookmark Share

Text

Renungan Seorang Patriot Indonesia

Siauw Giok Tjhan - Personal Name;

Siauw Giok Tjhan tercatat di dalam sejarah sebagai seorang tokoh politik yang berbobot. Keberadaannya di dalam kancah politik nasional selama berpuluh tahun, telah memungkinkan pengerahan massa peranakan Tionghoa di Indonesia, untuk menyadari bahwa penyelesaian masalah komunitas Tionghoa adalah bagian dari perjuangan mewujudkan Nasion Indonesia yang ber-Bhineka Tunggal Ika.
Lahir di Surabaya pada tanggal 23 Maret 1914, semasa hidupnya, ia gigih menuntut pemerintah dan para tokoh nasional Indonesia untuk memenuhi salah satu janji para pejuang Kemerdekaan RI, yang tercantum dalam Manifesto Politik 1 November 1945: Menjadikan semua orang Indo-Asia dan Indo-Eropa, warga negara, patriot dan demokrat Indonesia, dalam waktu sesingkat mungkin.
Kepositifan Siauw sebagai seorang pejuang nampak dari sepak terjangnya. Tuntutan itu dilakukan dengan teguh bersikap dan bertindak sebagi seorang patriot Indonesia
Dalam perjuangan melawan diskriminasi rasial, rumusan yang diajukan pun membangun: “Memperjuangkan tercapainya kondisi yang memungkinkan komunitas Tionghoa meng-integrasikan dirinya ke dalam tubuh Bangsa Indonesia secara wajar, sehingga rasisme tidak bisa berkembang dan pada akhirnya lenyap dari bumi Indonesia.” Menentang dan bersikap anti rasisme semata-mata, menurutnya, tidak akan mencapai hasil yang diinginkan. Kepositifan inilah yang membuat Siauw berhasil mengembangkan BAPERKI (Badan Permusyawaratan Kewarganegaraan Indonesia) sebagai sebuah organisasi massa Tionghoa terbesar yang berpengaruh dan berperan positif dalam sejarah Indonesia.
Jiwa Patriot yang konsekwen itulah yang menyebabkan ia dikenal sebagai Bung Siauw di kalangan tokoh politik nasional. Siauw duduk dalam bidang legislative — KNIP, BP-KNIP, DPR, Konstituante, DPR-GR dan MPRS, mengetuai berbagai fraksi berpengaruh, dari tahun 1946 hingga ia "dipecat dengan hormat" oleh Soeharto pada tahun 1966. Ia menjadi Menteri Negara di Kabinet-Kabinet Amir Sjarifuddin. Ia juga duduk sebagai anggota DPA, Dewan Harian Angkatan 45 dan berbagai lembaga penting lainnya. Ia pun aktif dalam mengembangkan berbagai surat kabar dan majalah, baik sebagai wartawan, Pemimpin Redaksi maupun sebagai pengasuh dan pembina.
Akibat pendirian politik dan perjuangan yang gigih, Siauw harus berkali-kali ditahan dan meringkuk dalam penjara, baik di zaman penjajahan maupun kemerdekaan. Terakhir, selama 12 tahun, sebagai seorang tahanan politik rezim Orde Baru (1965—1978). Akan tetapi penangkapan/penahanan berungkali itu, tidak pernah berhasil mematahkan semangat dan komitmen perjuangan yang tetap tinggi hingga akhir hayatnya, 20 November 1981.
Buku ini adalah renungan yang ditulis setelah Siauw bebas dari penahanan belasan tahun. Penahanan yang harus dilalui tanpa proses pengadilan apa pun, dan justru terjadi di Negara yang kemerdekaannya dan pembangunannya ia perjuangkan tanpa pamrih.


Availability
#
Perpustakaan Amir Machmud (800) 809.382 SIA r
SJN00006951
Available
Detail Information
Series Title
-
Call Number
809.382 SIA r
Publisher
Jakarta : Lembaga Kajian Sinergi Indonesia., 2010
Collation
516 hlm.; 22 cm
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
9786029626018
Classification
809.382
Content Type
text
Media Type
-
Carrier Type
-
Edition
Cet. 1
Subject(s)
Autobiografi
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility
Siauw Giok Tjhan
Other version/related

No other version available

File Attachment
No Data
Comments

You must be logged in to post a comment

Perpustakaan Amir Machmud
  • Information
  • Librarian
  • Admin
  • Penghitung Pengunjung

About Us

Perpustakaan Amir Machmud (NPP. 3171014A0000008) merupakan perpustakaan khusus. Perpustakaan Amir Machmud memiliki slogan “Suluh Bacaan Politik dan Pemerintahan”.

Filosofi slogan tersebut bermakna perpustakaan Amir Machmud dapat menjadi penerang bagi pemustaka dalam mencari sumber informasi sekaligus referensi terkait politik pemerintahan.

Jam Pelayanan

  • Senin-Jum'at 07.30-16.30
  • Sabtu-Minggu Libur

Ikuti di Instagram Tonton di YouTube

© 2026 — Perpustakaan Amir Machmud Kemendagri

Powered by Kementerian Dalam Negeri
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search
Where do you want to share?