Text
Membayangkan ibu kota Jakarta di bawah Soekarno
Soekarno memiliki keyakinan bahwa Indonesia harus berperan menjadi bagian penting dunia. Berbagai usaha dilakukan untuk membuktikan hal itu, agar Indonesia dapat dipamerkan dalam forum dunia, seperti saat Jakarta menjadi tuan rumah Asian Games 1962. Soekarno bahkan ingin membuat Jakarta menjadi kota mercusuar untuk proyek NEFO (New Emerging Forces) yakni kelompok negara yang pernah dijajah seperti Asia-Afrika melawan OLDEFO (Old Estabilish Force) yakni kelompok negara penjajah atau blok barat (hal 60). Oleh karena itu, Jakarta menjadi mercusuar bagi semua perjuangan manusia, simbolisasi dari perjuangan melawan imperialisme. Namun secara bersamaan, Indonesia juga mengalami kemunduran dalam berbagai bidang terutama dalam bidang ekonomi yang semakin terpuruk.
Pada masa jabatanya sebagai Presiden, Soekarno telah membangun banyak gedung-gedung mewah di Jakarta. Kota yang terletak di barat Pulau Jawa ini bagi Soekarno adalah tempat untuk melakukan berbagai uji coba. Beberapa bangunan mewah yang berhasil dibangun diantaranya adalah Hotel Indonesia, Kompleks Senayan dan Gelora Bung Karno, Masjid Istiqlal, Taman Impian Jaya Ancol, dan yang paling terkenal, Monumen Nasional. Melalui berbagai gedung-gedung mewah yang sudah didirikan, Soekarno ingin menunjukan kepada dunia hasil yang telah dibuat Indonesia melalui pembangunan ibu kotanya. Akan tetapi, sebenarnya Jakarta masih menjadi kota tertinggal menurut orang asing.
No other version available