Text
Konflik Pembangunan dan Gerakan Sosial Politik di Papua
Apa yang terjadi bila Logika dan tatanan yang kapitalistik di bawah masuk ke pedalaman Papua yang masyarakatnya masih bercorak tradisional? Reaksi apa yang ditunjukkan masyarakat pribumi Papua terhadap penetrasi modal oleh perusahaan multinasional seperti Freeport? Kesenjangan budaya antara kultur kapitalisme yang sudah mengglobal, dengan sistem nilai asli yang tradisional telah menimbulkan culture shock. Sebagian warga pribumi Papua yang menolak kehadiran Freeport, melakukan serangkaian aksi yang dapat ditengarai sebagai suatu gerakan sosial. Ada apa di balik resistensi tersebut. Buku ini mencoba memaparkan anatomi gerakan sosial di kalangan warga asli Papua, khususnya suku amungme dan kamu terhadap eksistensi Freeport di tengah kampung halaman mereka titik diuraikan pula bagaimana aktor-aktor Jakarta turut bermain dalam reak-ria konflik tersebut.
No other version available