Text
Poligami Bola Murtad
Duologi ini berusaha memperkenalkan dan mengunggulkan kejanggalan dan keberlainan. Ia mempertanyakan kebiasaan. Ia menjunjung dan menyerukan keunikan. Ia mencoba mendobrak kemapanan. Tidak ada hukum yang tabu dihantam. Ia diharapkan akan menggoyahkan kemapanan dan kenyamanan. Ia tidak berpretensi akan menyelesaikan masalah. Ia mencoba memaksa pemikiran ulang, dari level kata per kata, bahkan huruf per huruf, sampai level konsep keseluruhan suatu bahasa nasional.
la mencoba melihat hubungan-hubungan yang komplex, saling silang pengaruh, antara kata dan makna dengan dunia publik sehari-hari kita. Ia membongkar kaitan antara dunia politik dan dunia bahasa, bagaimana politik memanfaatkan dan menyalahgunakan bahasa, dan dengan cara apa bahasa mempengaruhi dan mengaburkan politik. Ia mencoba merenungi komplexitas permainan bahasa di dalam diskursus agama-agama, ketika kata-kata dipakai dengan makna yang berbeda-beda di benak penuturnya masing-masing tanpa mereka sadari.
Dalam Duologi ini, pilihan-pilihan dalam bahasa bukanlah kekacauan yang liar membingungkan, melainkan adalah kemewahan yang nikmat tak terdustakan. Prinsipnya sekadar bahwa semua hukum bahasa dan segala kekecualiannya ada untuk melayani bahasa, bukan untuk menguasainya dan mengkerdilkannya. Petulis berpedoman bahwa tata bahasa ada untuk bahasa, bukan bahasa untuk tatabahasa.
No other version available