Computer File
DARI LINDISFARNE KE YERUSALEM : Menelusuri Jejak Perjalanan Al Masih Al Dajjal
Pergolakan politik dunia dalam seabad terakhir benar benar mengobrak abrik fondasi dari banyak
negara yang ada di dunia, yang seusai Perang Dunia Kedua kebanyakan tergabung secara paksa
dalam naungan PBB, organisasi yang notabene didirikan untuk memelihara ‘perdamaian dunia’,
tapi tak jua mampu mencegah konflik dan pertikaian antarbangsa. Berbagai ideologi mulai dari
Komunisme, Nazisme, Fasisme, Totalitarianisme, Demokrasi, hingga Jihadisme radikal
bermunculan dalam kurun waktu seratus tahun terakhir, sebagai hasil dari permainan dialektik
Hegelian yang diprakarsai oleh Kartel Bank Internasional bermarkas di City of London, dengan
cabangnya di Swiss & Israel, dan dilaksanakan oleh para agenturnya sejak zaman EIC (East
India Company, serikat dagang yang didirikan oleh Inggris) & VOC (serikat dagang yang didirikan
oleh Belanda) hingga masa modern. Pertumpahan darah, perang, dan kehancuran, yang
bertujuan untuk membangun kembali peradaban dunia yang porak poranda, menjadi surga palsu
futuristik Dajjal, telah terjadi di banyak tempat. Karena itu, wajarlah jika banyak orang baik awam
(ghayru khatib) atau terpelajar (khatib) dapat menyadari, bahkan tanpa harus melihat tulisan ‘ka
fa ra’ secara literal di dinding, bahwa sekarang ini adalah zaman munculnya Dajjal, karena fondasi
sistemnya telah terlihat dimana-mana.
No other version available