Computer File
SEAKAN KITORANC SETENGAH SlNATANG : Rasialisme Indonesia di Tanah Papua
FILEP KARMA, kelahiran 1959, menjalani hidupnya dalam bayang- bayang militer Indonesia. Dalam pembantaian di Biak pada 6 Juli 1998, satu babak paling kelam sepanjang sejarah Papua Barat, Karma adalah tokoh yang menuntut Papua merdeka secara damai. Protes tanpa kekerasan yang dilakukannya berbuah penyiksaan dari militer Indonesia. Karma selamat dari siksaan pada Juli 1998 namun harus menjalani masa tahanan pertamanya.
Karma dipandang banyak orang Papua sebagai Santo, orang suci, yang siap memberikan apa saja untuk aksi damai agar negerinya merdeka. Dia pernah dipukul, ditembak, dan berkali-kali dipenjara serta diancam bunuh.
Judul bukunya, Seakan Kitorang Setengah Binatang, adalah ungkapan kuat yang menjelaskan 52 tahun salah penanganan Papua Barat oleh pemerintah Indonesia. Faktanya, hingga hari ini, orang Papua Barat diperlakukan ‘setengah binatang’ di seluruh pelosok negeri, dari Jayapura hingga Wamena di Pegunungan Tengah.
No other version available