Computer File
Twenty-Five Years in the Black Belt
Dalam Twenty-Five Years in the Black Belt, William James Edwards membagikan pengalamannya selama 25 tahun bekerja di daerah Black Belt di Alabama, sebuah wilayah yang dikenal karena tanahnya yang subur dan, pada masa perbudakan, karena menjadi pusat perdagangan budak. Setelah Perang Saudara, Black Belt menjadi tempat dimana banyak orang kulit hitam yang sebelumnya dibebaskan dari perbudakan berjuang untuk mendapatkan hak-hak mereka sebagai warga negara yang bebas.
Edwards adalah seorang misionaris dari Asosiasi Baptis Amerika Utara yang sangat terlibat dalam upaya pendidikan dan pemberdayaan orang kulit hitam, khususnya dalam bidang pendidikan agama dan sosial. Dalam buku ini, ia mengisahkan pengalamannya dalam mendirikan dan mengelola sekolah-sekolah untuk orang kulit hitam, serta peranannya dalam memberikan pendidikan agama kepada mereka. Buku ini juga mencatat tantangan yang ia hadapi dalam bekerja dengan orang kulit hitam di wilayah tersebut, termasuk ketegangan rasial yang masih sangat kuat, kemiskinan yang meluas, serta perjuangan orang kulit hitam untuk mendapatkan kebebasan penuh pasca-perbudakan.
Edwards menceritakan bagaimana ia dan rekan-rekannya berusaha memerangi kebodohan dan kemiskinan melalui pendidikan dan agama, namun juga dengan kesadaran bahwa rasialisme dan diskriminasi masih menghambat kemajuan signifikan bagi orang kulit hitam. Ia menggambarkan kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya orang kulit hitam di Black Belt serta dampak dari sistem pendidikan yang baru bagi mereka.
Buku ini memberikan wawasan tentang kehidupan di bagian Amerika Selatan yang terbelakang pada masa pasca-perang, serta menggambarkan bagaimana perjuangan orang kulit hitam untuk mendapatkan pendidikan dan kesempatan ekonomi terus berlanjut dalam menghadapi hambatan besar.
No other version available