Computer File
An Infantry Subaltern's Impression of July 1st, 1916
Buku ini berfokus pada hari pertama Pertempuran Somme, yaitu pada 1 Juli 1916, yang menjadi salah satu hari paling mematikan dalam sejarah militer. Edward G. D. Liveing, yang pada saat itu bertugas sebagai seorang subaltern (perwira muda), memberikan narasi yang sangat pribadi dan mendalam tentang pengalamannya dalam pertempuran besar tersebut.
Buku ini dimulai dengan deskripsi tentang kehidupan di garis depan, ketegangan yang dirasakan oleh para tentara yang siap bertempur, dan persiapan yang dilakukan sebelum pertempuran besar dimulai. Liveing menggambarkan secara rinci tentang serangan pertama yang dilakukan oleh tentara Inggris terhadap posisi musuh, yang berlangsung dalam suasana sangat brutal dan penuh dengan kerugian besar.
Selama serangan pada 1 Juli 1916, yang dikenal sebagai "hari paling mematikan dalam sejarah militer Inggris", tentara Inggris mengalami kekalahan besar akibat strategi yang buruk dan persiapan yang tidak memadai. Buku ini mencatat bagaimana Liveing dan rekan-rekannya menghadapi tembakan artileri musuh, medan yang penuh ranjau, dan serangan balasan yang ganas. Meskipun demikian, ia juga menggambarkan keberanian, rasa camaraderie (persahabatan) antara sesama tentara, serta keputusasaan yang melanda ketika melihat banyak tentara tewas atau terluka parah.
Melalui narasi yang sangat personal dan emosional, Liveing mengungkapkan ketegangan mental yang dihadapi oleh seorang perwira muda yang baru pertama kali merasakan pertempuran besar. Buku ini juga menyoroti kerugian manusia yang sangat besar dalam pertempuran tersebut, dengan jumlah korban jiwa yang sangat tinggi, serta menggambarkan gambaran kejamnya perang modern.
Buku ini memberikan wawasan tentang perang parit selama Perang Dunia I, kondisi fisik dan mental yang dihadapi oleh tentara, serta penderitaan yang tak terbayangkan akibat perang total.
No other version available