Perpustakaan Amir Machmud

Kementerian Dalam Negeri

  • Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject ISBN/ISSN Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Sekali Sepanjang Hayat : Renungan Berhaji Seorang Muslim Feminis
Bookmark Share

Text

Sekali Sepanjang Hayat : Renungan Berhaji Seorang Muslim Feminis

Amina Wadud - Personal Name;

Dibaca sekilas oleh muslim Indonesia, isi buku ini—mungkin— terasa cukup datar, atau lebih tepatnya elementer, sebab kehidupan sehari-hari seorang muslim Indonesia, khususnya yang terlahir dalam keluarga besar muslim, sejak bangun pagi hingga kembali tidur sudah dilingkupi aroma Islam yang pekat. Setiap tarikan nafas adalah “Islam”. Kata “bismillah” selalu diucapkan mengawali setiap tindakan. Azan terdengar lima kali sehari dari seluruh penjuru langit. Namun bagi amina, yang terlahir di Amerika, azan yang dapat dia dengar lima kali sehari itu menjadi sangat istimewa. Namun jika dibaca lebih fokus, khususnya pada bab 6 tentang pengalamannya berhaji, akan kita temukan beberapa kritik tajam tentang praktik-praktik ibadah haji di Saudi Arabia. Ia dengan tegas menyatakan bahwa untuk berhaji, muslim harus “tunduk” pada pengelolaan jemaah oleh pemerintah Saudi yang praktiknya bukan hanya tidak tertib, melainkan tidak ramah dan tidak adil pada perempuan, sejak detik pertama tiba di bandara. Aku mengalami hal yang sama meskipun bagi amina jemaah haji Indonesia tampak “tertib dan menyenangkan dilihat” hingga rasanya dia ingin bergabung dalam bus yang mengangkut jemaah Indonesia yang baru turun dari pesawat menuju terminal kedatangan. Pernah pula amina berencana untuk melakukan protes di dalam Masjidilharam dengan cara yang teatrikal: masuk masjid berbusana laki-laki, dikawal oleh sahabat-sahabat laki-lakinya, menuju ke ruang salat laki-laki, dan di sana akan membuka jubahnya, untuk menunjukkan bahwa dirinya perempuan. Tapi rencana itu tak pernah terlaksana dan dalam memoarnya ini amina tidak menjelaskan mengapa dia membatalkannya. Protesnya itu didasari oleh cara pemerintah Saudi—yang berhubungan dengan pengelolaah ibadah haji—membatasi ruang salat untuk jemaah perempuan di dalam Masjidilharam dan waktu jemaah perempuan untuk salat di Raudah.


Availability
#
Perpustakaan Amir Machmud 297.352 AMI s
SJN00008851
Available
Detail Information
Series Title
-
Call Number
297.352 AMI s
Publisher
Yogyakarta : gading., 2024
Collation
xvi + 252 hlm; 14 x 21 cm
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
978-623-88957-6-2
Classification
297.352
Content Type
-
Media Type
-
Carrier Type
-
Edition
-
Subject(s)
Feminisme -- Indonesia
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility
-
Other version/related

No other version available

File Attachment
No Data
Comments

You must be logged in to post a comment

Perpustakaan Amir Machmud
  • Information
  • Librarian
  • Admin
  • Penghitung Pengunjung

About Us

Perpustakaan Amir Machmud (NPP. 3171014A0000008) merupakan perpustakaan khusus. Perpustakaan Amir Machmud memiliki slogan “Suluh Bacaan Politik dan Pemerintahan”.

Filosofi slogan tersebut bermakna perpustakaan Amir Machmud dapat menjadi penerang bagi pemustaka dalam mencari sumber informasi sekaligus referensi terkait politik pemerintahan.

Jam Pelayanan

  • Senin-Jum'at 07.30-16.30
  • Sabtu-Minggu Libur

Ikuti di Instagram Tonton di YouTube

© 2026 — Perpustakaan Amir Machmud Kemendagri

Powered by Kementerian Dalam Negeri
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search
Where do you want to share?