Perpustakaan Amir Machmud

Kementerian Dalam Negeri

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject ISBN/ISSN Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Wiji Tukhul: Teka-Teki Orang Hilang
Bookmark Share

Text

Wiji Tukhul: Teka-Teki Orang Hilang

Bagja Hidayat - Personal Name; Mustafa Silalahi - Personal Name; Widiarsi Agustina - Personal Name; Dian Yuliastuti - Personal Name; Agoeng Wijaya - Personal Name; Nurdin Kalim - Personal Name; Sunudyantoro - Personal Name; Sandy Indra Pratama - Personal Name; Akbar Tri Kurniawan - Personal Name; Yuliawati - Personal Name; Kurniawan - Personal Name; Dody Hidayat - Personal Name; Anton Septian - Personal Name; Anton Aprianto - Personal Name; Seno Joko Suyono - Personal Name; Agung Sedayu - Personal Name; Muhammad Nafi - Personal Name; Maria Rita Ida Hasugian - Personal Name;

Lelaki cadel itu tak pernah bisa melafalkan huruf “r” dengan sempurna. Ia “cacat” wicara tapi dianggap berbahaya. Rambutnya lusuh. Pakaiannya kumal. Celananya seperti tak mengenal sabun dan setrika. Ia bukan burung merak yang memesona. Namun, bila penyair ini membaca puisi di tengah buruh dan mahasiswa, aparat memberinya cap sebagai agitator, penghasut. Selebaran, poster, stensilan, dan buletin propaganda yang ia bikin tersebar luas di kalangan buruh dan petani. Kegiatannya mendidik anak-anak kampung dianggap menggerakkan kebencian terhadap Orde Baru. Maka ia dibungkam, dilenyapkan.

Wiji Thukul mungkin bukan penyair paling cemerlang yang pernah kita miliki. Sejarah Republik menunjukkan ia juga bukan satu-satunya orang yang menjadi korban penghilangan paksa. Namun, Thukul adalah cerita penting dalam sejarah Orde Baru yang tak patut diabaikan: seorang penyair yang sajak-sajaknya menakutkan sebuah rezim dan kematiannya hingga kini jadi misteri.

Kisah tentang Wiji Thukul adalah jilid perdana seri “Prahara-prahara Orde Baru” yang diangkat dari liputan khusus Majalah Berita Mingguan Tempo, Mei 2013. Serial ini menyelisik, menyingkap, merekonstruksi, dan mengingat kembali berbagai peristiwa gelap kemanusiaan pada masa Orde Baru yang nyaris terlupakan.


Availability

No copy data

Detail Information
Series Title
-
Call Number
-
Publisher
Jakarta : KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)., 2025
Collation
xi + 160 hlm; 16 x 23 cm
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-481-761-9
Classification
NONE
Content Type
text
Media Type
-
Carrier Type
-
Edition
Cet. 12
Subject(s)
-
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility
-
Other version/related

No other version available

File Attachment
No Data
Comments

You must be logged in to post a comment

Perpustakaan Amir Machmud
Informasi Pustakawan Buku Tamu Pustakawan Area
Tentang Kami

Perpustakaan Amir Machmud (NPP. 3171014A0000008) merupakan perpustakaan khusus. Perpustakaan Amir Machmud memiliki slogan “Suluh Bacaan Politik dan Pemerintahan”.

Filosofi slogan tersebut bermakna perpustakaan Amir Machmud dapat menjadi penerang bagi pemustaka dalam mencari sumber informasi sekaligus referensi terkait politik pemerintahan.

Jam Pelayanan
Senin - Kamis 07.30 - 16.00
Jum'at 07.30 - 16.30
Sabtu - Minggu Libur
Instagram YouTube

© 2026 — Perpustakaan Amir Machmud

Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia
Dikelola oleh Tim IT Perpustakaan Kemendagri
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search
Where do you want to share?