Text
Waspada Long the way : Catatan pengabdian akabri pertama bagian kepolisian angkatan 1967/1970
Batalyon Waspada adalah angkatan pertama perwira Kepolisian didikan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri).
Pengabdian mereka bukanlah perjalanan yang mudah. Didikan militer yang diperoleh
selama di Akabri berbenturan dengan doktrin Polisi sipil yang melindungi dan melayani.
Beberapa kasus menjadi catatan kelam perjalanan Batalyon Waspada. Namun, alih-alih
menyimpan rapat-rapat titik hitam perjalanan, kisah-kisah itu justru muncul sebagai refleksi.
Puncak pergulatan terjadi saat mereka harus bertahan dari campur tangan kekuasaan ketika terjadi turbulensi politik di tahun 2000-2001 hingga berujung pada pelengseran Presiden K.H. Abdurrahman Wahid. Kisah itu diceritakan Abiturien Batalyon Waspada yang menjadi pucuk pimpinan Polri, Kapolri Jenderal Suroyo Bimantoro dan para perwira tinggi lainnya.
Pembentukan karakter melalui gemblengan sejarah juga memunculkan tokoh seperti Komjen Pol. (Purn.) Sjachroedin Pagaralam yang setelah pensiun terpilih menjadi Gubernur Lampung dua periode dan menjadi Duta Besar Republik Indonesia di Kroasia. Ada juga nama Komjen Pol. (Purn.) Noegroho Djajoesman yang akrab dengan kalangan aktivis dan
penggerak demokrasi. Serta Irjen Pol. (Purn.) Taufiequrachman Ruky sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang pertama dan dinilai terbaik sepanjang sejarah berdirinya lembaga itu.
Long the way yang diambil dari lagu It’s a Long Way to Tipperary, menjadi pengikat kebersamaan dalam menjalani pengabdian. Keberanian mengakui ada yang tidak seharusnya terjadi merupakan proses katarsis, agar peristiwa kelam itu dapat menjadi pelajaran berharga
untuk seluruh anggota Batalyon Waspada dan generasi Polri.
No other version available