Text
Kontroversi Pahlawan Nasional
Benarkah Ratu Kalinyamat hanya tokoh mitos, ketika delapan sumber primer Portugis membuktikan kedahsyatan ekspedisi nya ke Malaka? Mengapa dari 206 pahlawan nasional,
hanya 16 perempuan? Dan, bagaimana misteri DNA Tan Malaka memperlihatkan bahwa
bahkan sejarah pun menyimpan ruang gelap yang belum sepenuhnya terjawab? Di tengah polemik panjang, Presiden Soeharto pun akhirnya telah diangkat sebagai pahlawan nasional-menegaskan bahwa gelar kepahlawanan kerap lahir dari perdebatan sejarah dan tafsir
yang dinamis.
Buku ini menyingkap fakta, perdebatan, dan proses politik historis di balik penetapan pahlawan nasional. Berbasis arsip, riset, dan polemik historiografi , pembaca diajak melihat bahwa gelar kepahlawanan bukan sekadar penghargaan, melainkan juga hasil tafsir atas nilai,
keberanian, dan kontribusi bagi bangsa.
Lebih jauh, buku ini mengajak kita menafsir ulang makna kepahlawanan Indonesia hari ini: apakah pahlawan hanya milik masa perang, atau juga mereka yang melawan korupsi,
membela kemanusiaan, menjaga integritas, dan mengharumkan bangsa di panggung dunia? Sebuah bacaan refl ektif bagi kita semua untuk merumuskan kembali siapa yang layak
disebut pahlawan di era modern.
Prof. Dr. Asvi Warman Adam adalah Ahli Peneliti Utama pada Pusat Penelitian Politik LIPI.
Ia menempuh pendidikan di UGM Yogyakarta dan UI Jakarta, lalu menyelesaikan Doktor
Sejarah dari EHESS, Paris, tahun 1990. Sejak 1998, Asvi sering menulis tentang rekayasa sejarah Orde Baru dan historiografi Indonesia dari berbagai perspektif.
No other version available