JAKARTA — Perpustakaan Amir Machmud sukses melaksanakan kegiatan reshelving atau penataan kembali koleksi bahan pustaka yang berlangsung selama dua hari, yakni pada Selasa dan Rabu, 30 Juni hingga 1 Juli 2026. Kegiatan pembenahan ini dilakukan secara berkala sebagai bagian dari komitmen pihak pengelola untuk menjaga keteraturan seluruh koleksi buku, sekaligus menjadi upaya nyata dalam meningkatkan kualitas layanan prima kepada para pemustaka yang berkunjung.
Dalam pelaksanaannya, petugas internal perpustakaan tidak bekerja sendirian; mereka turut dibantu oleh sejumlah mahasiswa magang yang sedang bertugas di sana. Secara bergotong-royong, tim ini menyisir area perpustakaan untuk melakukan pengembalian buku-buku yang telah selesai digunakan oleh pengunjung ke rak semula. Proses pengembalian dan penataan ulang tersebut wajib disesuaikan dengan nomor klasifikasi serta sistem susunan baku yang berlaku di perpustakaan agar tidak terjadi kekeliruan letak.
Tidak sekadar mengembalikan buku ke tempatnya, petugas dan mahasiswa magang juga melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap fasilitas fisik di area penyimpanan. Hal ini meliputi pengecekan berkala pada kondisi kekuatan rak, penyesuaian posisi barisan koleksi agar lebih rapi dan presisi, hingga melakukan penyortiran atau pemisahan terhadap bahan pustaka yang mengalami kerusakan dan memerlukan perawatan atau restorasi lebih lanjut.

Intan Nurhasanah menjelaskan bahwa ketepatan posisi buku di dalam rak sangat memengaruhi kenyamanan pengunjung saat mencari referensi. "Kegiatan reshelving ini sebenarnya biar mastiin aja sih kalau semua koleksi buku itu pas pada tempatnya. Jadi, pas pemustaka mau nyari informasi atau buku yang mereka butuhin, itu gak bakal kesusahan dan langsung ketemu karena sudah berurutan dan koleksi 300 tidak terpisah sendiri. " ujarnya ditengah kegiatan penataan buku.
Melalui agenda pemeliharaan ini, Perpustakaan Amir Machmud menegaskan komitmennya untuk terus memberikan layanan informasi yang tertib, nyaman, serta mudah diakses oleh seluruh elemen masyarakat yang menggunakan fasilitas tersebut. Pihak perpustakaan sangat berharap bahwa dengan kondisi koleksi yang tersusun secara sistematis, hal ini dapat mendukung penuh segala kebutuhan belajar, riset, penelitian, serta mampu menumbuhkan pengembangan literasi yang lebih luas bagi para pemustaka.