/home/u612842942/domains/perpustakaan.kemendagri.go.id/public_html/opac/lib/SearchEngine/DefaultEngine.php:610 "Search Engine Debug 🔎 🪲"
Engine Type ⚙️: "SLiMS\SearchEngine\DefaultEngine"
SQL ⚙️: array:2 [ "count" => "select count(distinct b.biblio_id) from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0 and (b.biblio_id in(select bt.biblio_id from biblio_topic as bt left join mst_topic as mt on bt.topic_id=mt.topic_id where mt.topic like ?))" "query" => "select b.biblio_id, b.title, b.image, b.isbn_issn, b.publish_year, mp.publisher_name as `publisher`, mpl.place_name as `publish_place`, b.labels, b.input_date, b.edition, b.collation, b.series_title, b.call_number from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0 and (b.biblio_id in(select bt.biblio_id from biblio_topic as bt left join mst_topic as mt on bt.topic_id=mt.topic_id where mt.topic like ?)) order by b.last_update desc limit 10 offset 120" ]
Bind Value ⚒️: array:1 [ 0 => "%Fiksi%" ]
Buku ini adalah memoar dari dua perempuan yang di darahnya tidak hanya mengalir Indonesia atau Belanda saja, tapi juga darah beragam nenek moyang. Begitu pun kita, kita tidak hanya bisa berbicara mengenai aliran darah, nyatanya alur dan memori membuat diri kita dibentuk, bukan hanya dari satu muasal darah daging saja. Buku ini dibuka dengan garis-garis waktu yang saling berkelindan, antara k…
Peristiwa politik dan gelembung ekonomi (economic bubble), 1990-an, serta masalah-masalah sosial, seperti masyarakat menua, telah mencuat sejak kurun waktu 1980-an. Masalah remiliterisasi sangat sensitif sejak tahun 1980-an sampai kini. Pertahanan dan amendemen undang-undang dasar masih tetap mengemuka. Sebagai negara maju, Jepang berpengalaman dalam modernisasi dengan tetap mempertahankan buda…
Melalui karyanya itu, Dahnil mengajak masyarakat khususnya para politisi agar berpolitik secara sehat dengan nalar politik dan niat mulia untuk melayani publik. “Politisi yang masuk ke wilayah politik dengan uang, akan menghasilkan politisi bernalar rente,”
Novel ini membuka wawasan tentang jaman kegemilangan kekaisaran Romawi yang pernah menguasai separuh dunia: seluruh Eropa, ke Selatan sampai Afrika, ke Timur sampai Rusia. Kita mungkin belum terlalu mengenalnya, bahkan mungkin sama sekali belum pernah mendengar namanya, padahal ia merupakan salah satu kaisar penting yang telah membuat reformasi politik, sosial dan ekonomi, untuk menyelamatkan n…
Saat itu kolonisasi Jepang atas Korea. Kim Sunja hamil di luar nikah. Gadis itu putri pemilik pemondokan di desa nelayan kecil dekat Busan. Ia diselamatkan takdir ketika rohaniwan muda, Baek Isak, bersedia menikahinya dan memboyongnya ke Jepang. Di negeri asing tempat para imigran Korea menggantungkan harapan inilah Sunja memulai kehidupan baru. Tanpa teman, kerabat, dan bahasa yang dim…
Buku ini bercerita tentang perjalanan seorang tokoh bernama Minke. Minke adalah salah satu anak pribumi yang sekolah di HBS. Pada masa itu, yang dapat masuk ke sekolah HBS adalah orang-orang keturunan Eropa. Minke adalah seorang pribumi yang pandai, ia sangat pandai menulis. Tulisannya bisa membuat orang sampai terkagum-kagum dan dimuat di berbagai Koran Belanda pada saat itu. Sebagai seorang p…
Maka Penggembara itu pun tiba di Negeri Senja, yang selalu berada dalam keadaan senja, karena matahari tersangkut di cakrawala, dan tidak pernah terbenam selama-lamanya. Bagi sang pengembara yang selalu memburu senja terindah ke berbagai pelosak bumi, pemandangan itu merupakan hal terbaik dalam hidupnya.
“Pepatah mengatakan: anak dipangku, kemenakan dibimbing. Kalau anak dipangku dan kemenakan dibimbing, bukankah artinya itu anak harus dilebihkan dari kemenakan? Karena pangkuan, lebih dekat daripada bimbingan, di tempat yang lebih mulia. Mengapakah pepatah ini terbalik dipakaikan orang di sini: kemenakan dipangku, anak disia-siakan?” MARAH RUSLI adalah sastrawan angkatan Balai Pustaka yang …
“Kata-kata adalah senjata, dan tak ada orang yang lebih piawai mengerahkan kata-kata daripada Cicero.” Dibutakan oleh ambisi. Dirayu oleh kekuasaan. Dihancurkan oleh Roma. Roma, 63 SM. Di kota yang berada di ambang masa kekaisaran besar, tujuh orang berebut kekuasaan. Cicero konsul, Caesar pesaingnya yang muda dan bengis, Pompeius jenderal terbesar republik, Crassus orang terkaya, Cato fana…
Inilah buku ketiga dari trilogi Cicero, setelah Imperium dan Conspirata. Pada suatu ketika, Cicero menggenggam nasib Julius Caesar di tangannya. Kini, Caesar menjadi jauh lebih berkuasa dan Cicero terpaksa melarikan diri dari Roma. Terpisah dari istri dan anak-anaknya, dengan kekayaan disita dan hidup selalu dirundung marabahaya, Cicero sadar dia telah mengorbankan kebebasannya karena menolak b…