/home/u612842942/domains/perpustakaan.kemendagri.go.id/public_html/opac/lib/SearchEngine/DefaultEngine.php:610 "Search Engine Debug 🔎 🪲"
Engine Type ⚙️: "SLiMS\SearchEngine\DefaultEngine"
SQL ⚙️: array:2 [ "count" => "select count(distinct b.biblio_id) from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0 and (b.biblio_id in(select bt.biblio_id from biblio_topic as bt left join mst_topic as mt on bt.topic_id=mt.topic_id where mt.topic like ?))" "query" => "select b.biblio_id, b.title, b.image, b.isbn_issn, b.publish_year, mp.publisher_name as `publisher`, mpl.place_name as `publish_place`, b.labels, b.input_date, b.edition, b.collation, b.series_title, b.call_number from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0 and (b.biblio_id in(select bt.biblio_id from biblio_topic as bt left join mst_topic as mt on bt.topic_id=mt.topic_id where mt.topic like ?)) order by b.last_update desc limit 10 offset 10" ]
Bind Value ⚒️: array:1 [ 0 => "%Fiksi Indonesia%" ]
Novel berjudul “Mei Merah 1998, Kala Arwah Bercerita” terinspirasi dari tragedi kerusuhan Mei 1998 dimaksudkan penulisnya sebagai sebuah terapi untuk mengobati traumatik perempuan korban perkosaan dalam peristiwa kekerasan di hari-hari menjelang Presiden Soeharto mundur pada 22 Mei 1998.
Hidup itu pasti pasang-surut; kadang di atas, kadang di bawah, kadang berbuat benar, kadang berbuat khilaf; begitu seterusnya. Dan rumus untuk memenangi kehidupan yang pasang surut itu adalah meletakan hidup pada pedang semangat"
Jakarta kerap menjadi pelabuhan bagi mereka yang datang membawa sekoper harapan. Mereka yang siap bertaruh dengan nasibnya sendiri-sendiri. Namun, kota ini selalu mampu melumat habis harapan dan menukarnya dengan keputusasaan. Pemulung, pengamen, pramuria yang menjajakan tubuh agar anaknya bisa makan, pemimpin-pemimpin kecil yang culas, lelaki tua di balik kostum badut ayam, pencuri motor yang …
“Pertahankan keutuhan tanah leluhur yang telah diwariskan ini dari rongrongan bangsa mana pun. Tidak ada sejengkal pun tanah yang direbut bangsa lain. Pertahanka ini!” “Gunakan segala kemampuan yang ada. Tidak ada alasan untuk menunda. Gunakan tanganmu, gunakan kakimu, gunakan otakmu untuk menggugah akalmu.” “Jika engkau lelah bayangkan sakitmu. Jika engkau sakit bayangkan semangatm…
Mengadang Pusaran adalah novel fiksi sejarah tentang perempuan peranakan Tionghoa di Indonesia pada akhir masa penjajahan Belanda hingga awal kemerdekaan Indonesia. Perjuangan ketiga perempuan tersebut dalam mempertahankan jati diri mereka, menggambarkan betapa kuat pengaruh penjajahan Belanda berakar. Kisah mereka dapat menjelaskan sejarah kedudukan orang Tionghoa di Indonesia saat ini
Generasi ini menyikapi kekerasan dan pengejaran yang dilakukan oleh negara dalam bentuk yang berbeda-beda. Buku ini merupakan koleksi cerita yang sangat mengharukan tentang bagaimana anak-cucu para korban 1965 menderita karena ketidak-hadiran para orang tua dalam hidup dan bagaimana mereka melihat para orang tuanya melalui trauma karena pengalaman pahitnya.
Raia, seorang penulis muda terkenal yang buku-bukunya menjadi best seller bahkan banyak dari bukunya yang diangkat ke layar lebar. Sayangnya, penulis muda ini mengalami kenyataan pahit yaitu ada yang hilang dalam dirinya sehingga membuatnya belum bisa menorehkan satu kalimat pun. Ia kehilangan muse-nya, sumber inspirasinya. Dua tahun mengalami writer's block membuat Raia memutuskan untuk kabur …
Pernahkan Anda berpikir bahwa proses kebangsaan bangsa Indonesia dimulai dari sebuah kisah cinta? Adalah kisah cinta R. Soekeni Sosrodihardjo, Guru Jawa lulusan Kweekschool Probolinggo 1890 yang ditugaskan mengajar di Buleleng Bali dengan Ida Ayu Nyoman Rai gadis Banjar Baleagung di pengujung akhir penutup abad ke-19. Mereka adalah ayah bunda Sukarno Presiden Republik Indonesia pertama. Kisah c…
Pulau Jawa tahun 871. Pendekar tanpa nama yang telah mengundurkan diri dari dunia persilatan sudah 100 tahun umurnya. Pendekar tua itu sudah lupa, siapa saja lawan yang pernah terbunuh olehnya, dan barangkali kini murid atau kerabat lawan-lawannya datang menuntut pembalasan dendam. Bahkan negara menawarkan hadiah besar untuk kematiannya. Pendekar tua itu tahu ajalnya sudah dekat, tetapi ia t…
Mengikuti hasrat pengembaraan, Pendekar Tanpa Nama dari Javadvipa tiba di Tanah Kambuja pada tahun 796. Perjumpaan dengan seorang perempuan pendekar, membuat ia terlibat berbagai pertarungan maut yang setiap kali nyaris mencabut nyawanya. Bersama perempuan pendekar itu, ia bergabung dengan pasukan pemberontak An Nam yang melawan penjajahan, yang kemudian membuatnya wajib melakukan perjalanan ra…