“Tiada apa pun yang dengan sendirinya benar—perjuangan makna, dengan segala kibulnyalah, yang meng-ada-kannya.” Karena selalu dimaknai secara sempit sebagai pertarungan antarpartai politik demi memperebutkan kekuasaan, politik sering kali dianggap sebagai dunia kibul-kibul. Bahkan, dianggap sebagai tempat yang buruk untuk hidup. Padahal, perebutan untuk menang dan berkuasa, dalam s…
Harum bunga reformasi menyuburkan gerakan sosial politik. Hal ini ditandai dengan lahirnya kelompok relawan. Di awali dari posko gotong royong (Posko Banteng "moncong putih"), disusul posko-posko lainnya. Salah satunya, Institut Lembang 9, cikal bakal lembaga kajian yang dibentuk pengusaha dan tokoh Indonesia Timur, Jusuf Kalla (JK) sebelum menjadi "mesin politik pemenangan SBY-JK (Pilpres 2004…
Ilmu politik memusatkan perhatian pada bagaimana cara manusia memperoleh kekuasaan, menggunakan, serta mempertahankannya. Pertanyaannya adalah: di ranah apa saja kekuasaan itu bekerja, dan dengan cara apa saja manusia memperebutkanya? Buku ini adalah catatan keahlian, renungan dan pengalaman masing-masing penulis, yang semua bermuara pada satu tema besar: bagaimana kekuasaan dikelola dan dipert…
Sejak Perang Dunia II berakhir, Amerika Serikat dan Inggris memiliki pandangan sama dalam hal politik pembendungan terhadap komunisme yang kenyataannya di negeri-negeri jajahan ialah anti-kolonialisme. Basis militer Singapura merupakan sesuatu yang tidak dapat digantikan bagi pertahanan Inggris menghadapi apa yang dipandang Kerajaan sebagai ancaman terbesar di kawasan Asia Tenggara yang dicipta…
Perhatian buku ini adalah dengan "politik," yaitu, konflik atas kebijakan publik di negara bagian dan komunitas Amerika serta struktur dan proses yang dirancang untuk mengelola konflik ini. Buku ini tidak hanya mencoba menjelaskan politik dan kebijakan publik di negara bagian dan komunitas Amerika, tetapi yang lebih penting, buku ini mencoba menjelaskan perbedaan yang dihadapi dari negara bagia…
Buku ini merupakan majalah tentang tata kelola Hindia pada masa penjajahan Belanda. Catatan ini dibuat oleh sejarawan yang bernama Letnan Gubernur J. H. R. Kohler, yang berasal dari tahun 1853. Catatan ini dibuat berdasarkan arsip yang selamat dari bencana Krakatau pada tahun 1883. Catatan ini tidak menceritakan peristiwa besar tetapi mampu menggambarkan kondisi abad ke-19.
Siapakah Sukarno? Nasionalis? Islamis? Atau marxis? Sukarno sendiri mengakui bahwa Marx, Engels dan Lenin adalah tiga tokoh yang berpengaruh besar dalam pemikirannya. Lebih jauh ia menjadi anak sungai besar yang mengalirkan paham yang kemudian sohor disebut kiri dalam arus sejarah Indonesia. Sukarno memandang pemikiran kiri adalah api pembakar Revolusi Indonesia. Namun, apakah benar paham ini y…
Ong tjonsong ke PNI apalagi ke BK.. Jang jelas simpati dasarnya terarah kepada orang "ketjil". Mungkin karena itu begitulah prasangka saja-dia sama sekali tidak siap dengan G30S dan epilognja. Betapa ngerinja ketika dia pulang ke kota Djatim favoritnjam Pasuruan, dan melihat sepanjang jalanannya dua deretan bambu runcing yang tutupannya kepala-kepala manusia yang telah dipenggal. Dia sangat mar…
Secara khusus buku ini berupaya menanggapi perdebatan mengenai apakah mereka yang Islamis bisa menjadi demokrat dengan membalikkan pertanyaan yang biasa mengenai Islamisme dan demokrasi, yaitu “apa yang akan kaum Islamis lakukan terhadap demokrasi?” Ketiga penulis dengan menelaah PKS (Partai Keadilan sejahtera) di Indonesia, Al-Ikhwan al-Muslimun di Mesir dan Adalet ve Kalkinma Partisi (AK…
Muda dan tanpa pengalaman. Itulah bekal yang dimiliki para pemuja kemerdekaan ketika Indonesia memasuko gerbang revolusi 1945. Tantangan bertubi-tubi harus dibayar dengan tumpahan darah dan tetes air mata. Revolusi bergelora cenderung tak terkendali. Siapapun sulit menghambat atau bahkan mengentikannya. Namun untuk sebagian hal itu tampak kurang berlaku bagi daerah tertentu di Indonesia. Salah …