/home/u612842942/domains/perpustakaan.kemendagri.go.id/public_html/opac/lib/SearchEngine/DefaultEngine.php:610 "Search Engine Debug 🔎 🪲"
Engine Type ⚙️: "SLiMS\SearchEngine\DefaultEngine"
SQL ⚙️: array:2 [ "count" => "select count(distinct b.biblio_id) from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0 and (b.biblio_id in(select bt.biblio_id from biblio_topic as bt left join mst_topic as mt on bt.topic_id=mt.topic_id where mt.topic like ?))" "query" => "select b.biblio_id, b.title, b.image, b.isbn_issn, b.publish_year, mp.publisher_name as `publisher`, mpl.place_name as `publish_place`, b.labels, b.input_date, b.edition, b.collation, b.series_title, b.call_number from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0 and (b.biblio_id in(select bt.biblio_id from biblio_topic as bt left join mst_topic as mt on bt.topic_id=mt.topic_id where mt.topic like ?)) order by b.last_update desc limit 10 offset 900" ]
Bind Value ⚒️: array:1 [ 0 => "%%" ]
Tan Malaka (1984-1949) pada tahun 1942 kembali ke Indonesia menggunakan nama samaran sesudah dua puluh tahun mengembara. Pada masa Hindia Belanda ia bekerja untuk Komintren (organisasi komunis revolusioner internasional) dan pasca-1927 memimpin Partai Politik Indonesia yang ilegal dan antikolonial.rnIa tidak diberi peranan dalam proklamasi kemerdekaan Indonesia. Sementara itu, tokoh Tan Malaka …
Tan Malaka (1894- 1949) pada tahun 1942 kembali ke Indonesia dengan menggunakan nama samaran sesudah dua puluh tahun mengembara. Ia tinggal di sebuah kampung kecil di Jakarta dan kemudian bekerja sebagai mandor buruh tambang batu bara di bayah, Banten Selatan. Pada masa Hindia Belanda ia bekerja untuk Komintern (organisasi komunis revolusioner internasional) dan pasca 1927 memimpin Partai Repoe…
Tan Malaka sosok penuh misteri dalam kancah kemerdekaan RI baik di masa persiapan maupun perjuangan mempertahankan kemerdekaan dari upaya kembalinya penjajah di Indonesia. Dengan menggunakan nama samaran, ia menulis berbagai artikel dalam surat kabar dan mempertahankan pandanganannya yang tidak kenal kompromi. Kedudukannya di Comintern dan keyakinanannya atas dialektika matrialisme telah meneng…
Daud Beureueh adalah seorang ulama kharismatik Aceh yang menyambut kemerdekaan dengan sumpah setia. Namun, karena merasa dikhianati oleh pemerintah pusat Republik Indonesia, Ia mengangkat senjata pemberontakan pada tahun 1953.rnrnIa adalah pejuang kemerdekaan yang gigih dan mencintai Indonesia merdeka. Ia berhasil mengganyang kolonial Belanda di Aceh di masa revolusi. Ia juga seorang pemuka aga…
Buku ini berisikan pembahasan tentang kisah kehidupan para pahlawan nasional yang berguna sebagai suri tauladan bagi generasi penerus dan masyarakat pada umumnya.
Buku dengan nuansa baru, karakter baru, atau mungkin materi yang masih sulit ditemukan di sekian banyaknya buku-buku di Indonesia. Buku ini dirancang dari hasil pemikiran dan proses praktik penulis yang memaparkan konsep, peraturan, dan pengalamannya mengenai ajudan agar dapat dipelajari secara menyeluruh yang dipenuhi dengan khazanah suasana kebatinan seorang ajudan. Penulis pun memberikan pan…
Buku ini merupakan hasil upaya untuk memenuhi kebutuhan akan keterangan tentang riwayat hidup perwira-perwira tinggi TNI-AD, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia
Buku ini berisikan pembahasan tentang biografi Sarwo Edhie Wibowo dari sejak masa kecil sampai dewasa bahkan ketika dia harus berpulang ke rahmatullah.
Rangkaian peristiwa sepanjang 1965-1966—pembubaran PKI dan pergantian presiden—melambungkan nama Sarwo Edhie Wibowo, sekaligus menjadi titik balik perjalanan hidupnya. Sebagai Komandan Resimen Para Komando Angkatan Darat, Sarwo Edhie berperan membumihanguskan Partai Komunis Indonesia pascatragedi 30 September 1965 Lantas karena dinilai terlalu keras menyudutkan barisan pendukung Sukarno, di…
Author's account of his experiences as candidate for Minister of Price Reduction during the last year of presidency of Sukarno in 1966 ; previously published in Kartini magazine.