/home/u612842942/domains/perpustakaan.kemendagri.go.id/public_html/opac/lib/SearchEngine/DefaultEngine.php:610 "Search Engine Debug 🔎 🪲"
Engine Type ⚙️: "SLiMS\SearchEngine\DefaultEngine"
SQL ⚙️: array:2 [ "count" => "select count(distinct b.biblio_id) from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0 and (b.biblio_id in(select bt.biblio_id from biblio_topic as bt left join mst_topic as mt on bt.topic_id=mt.topic_id where mt.topic like ?))" "query" => "select b.biblio_id, b.title, b.image, b.isbn_issn, b.publish_year, mp.publisher_name as `publisher`, mpl.place_name as `publish_place`, b.labels, b.input_date, b.edition, b.collation, b.series_title, b.call_number from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0 and (b.biblio_id in(select bt.biblio_id from biblio_topic as bt left join mst_topic as mt on bt.topic_id=mt.topic_id where mt.topic like ?)) order by b.last_update desc limit 10 offset 0" ]
Bind Value ⚒️: array:1 [ 0 => "%Arsitektur%" ]
Perkembangan negara modern semakin membikin orang bertanya apakah legitimasi negara ditentukan oleh tujuan atau cra. Tujuan sering terlalu samar-samar tetapi caranya yaitu kekerasan fisik menjadi pengalaman keseharian. Perkembangan negara modern tidak jarang harus menempuh periode dalam sentralisasi kekuasaan, penghancuran kekuatan lokal. "Dalam hal memperbesar kekuasaan, penguasa harus bela…
Buku ini memaparkan arsitektur dari candi-candi yang berada atai di bangun pada 3 (tiga) Kerajaan di Jawa Timur, yaitu, Kerajaan Kediri, Kerajaan Singasari, dan Kerajaan Majapahit. Pemilihan dari ketiga kerajaan tersebut karena telah berhasil pada masanya secara gemilang dan luar biasa telah mengharumkan nama Indonesia dengan menggalang kerja sama dan memiliki pengaruh besar pada kerajaan-keraj…
Diharapkan buku ini dapat lebih meningkatkan apresiasi terhadap arsitektur pada umumnya dan arsitektur kolonial pada khususnya bagi para pembaca.
Denys Lombard menguraikan dan menganalisis berbagai taman-taman Kuno di Jawa, terutama Sunyaragi di Cirebon dan Taman Sari di Yogyakarta, serta taman lainnya dari Banten hingga Bali dan Lombok. Taman-Taman kuno ini bukanlah ruang alami yang didomestikasi dan dihias untuk memberikan kenyamanan dan keindahan. Sebaliknya, taman-taman ini terpencil di balik dinding dan terdiri dari bangunan serta k…
Di Indonesia, bidang Arsitektur, Lingkungan dan Perilaku mulai menjadi minat banyak orang. Tapi sampai saat ini tidak dijumpai satu bahan bacaan pun yang berbahasa Indonesia sehingga memungkinkan lebih banyak orang untuk mendalami atau paling tidak mengenali bidang studi arsitektur, lingkungan dan perilaku. Keadaan ini sebenarnya yang menjadi alasan utama ditulisnya buku ini. Dengan kata lain, …
Buku ini tidak mengupas posisi seni dalam kehidupan masyarakat, melainkan mengungkapkan kajian penulisnya tentang pemikiran posmodernisme yang berkaitan dengan konsep dan desain arsitektur.
Jawa adalah bagian dari Indonesia. Meskipun wilayahnya tidak terlalu luas, namun jumlah penduduknya terbanyak di antara pulau-pulau lainnya di Indonesia. Tidak hanya itu, Pulau Jawa sudah didiami manusia sejak beberapa ratusan ribu tahun yang lalu. Buku ini adalah hasil kajian kecil tentang peradaban manusia Jawa. Kajian bertujuan memahami perkembangan peradaban dan arsitektur manusia Jawa seja…
Dalam tulisan tentang green city ini dipaparkan mulai dari landasan teoretis, aspek-aspek lain terkait regulasi yang ada, serta permasalahan ketataruangan di perkotaan. Selain itu, program-program yang terkait seperti hutan kota, green buliding, smart city, program langit biru, dan eco mark city juga disajikan dalam buku ini.
Buku ini merupakan kumpulan aneka gagasan lima guru besar arsitektur dan perkotaan yang dilontarkan lewat pidato-pidato pengukuhan mereka. Gagasan yang 'klasik' tidak lekang oleh waktu, tetap gayut (relevan) untuk dikaji dan dikembangkan terus menerus dari waktu ke waktu