/home/u612842942/domains/perpustakaan.kemendagri.go.id/public_html/opac/lib/SearchEngine/DefaultEngine.php:610 "Search Engine Debug 🔎 🪲"
Engine Type ⚙️: "SLiMS\SearchEngine\DefaultEngine"
SQL ⚙️: array:2 [ "count" => "select count(distinct b.biblio_id) from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0 and (b.biblio_id in(select bt.biblio_id from biblio_topic as bt left join mst_topic as mt on bt.topic_id=mt.topic_id where mt.topic like ?))" "query" => "select b.biblio_id, b.title, b.image, b.isbn_issn, b.publish_year, mp.publisher_name as `publisher`, mpl.place_name as `publish_place`, b.labels, b.input_date, b.edition, b.collation, b.series_title, b.call_number from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0 and (b.biblio_id in(select bt.biblio_id from biblio_topic as bt left join mst_topic as mt on bt.topic_id=mt.topic_id where mt.topic like ?)) order by b.last_update desc limit 10 offset 0" ]
Bind Value ⚒️: array:1 [ 0 => "%Sastra Indonesia%" ]
Dalam cerpen “Robohnya Surau Kami”, berdialoglah Tuhan dengan Haji Saleh, seorang warga negara Indonesia yang selama hidupnya hanya beribadah dan beribadah... “.....kenapa engkau biarkan dirimu melarat, hingga anak cucumu teraniaya semua. Sedang harta bendamu kau biarkan orang lain yang mengambilnya untuk anak cucu mereka. Dan engkau lebih suka berkelahi antara kamu sendiri, saling menip…
Selain seorang penyair yang baik, Abdul Wachid B.S. juga seorang penulis esai yang baik. Telaah-telaahnya tentang sastra, khususnya puisi, cukup mendalam dan memberikan ilmu kepada pembacanya. Saat ini ia membahas secara mendalam tentang karya-karya K.H. A. Mustofa Bisri (Gus Mus). Abdul Wachid B.S. dalam buku ini sebenarnya tak cuma membahas kepenyairan Gus Mus, lebih dari itu dia menelusuri s…
1945: Begitu kemerdekaan Indonesia diproklamirkan, revolusi rakyat pecah di Brebes, Tegal, dan Pemalang. Digerakkan oleh seorang tukang cukur yang juga jawara lokal (lenggaong) bernama Kutil, rakyat bergerak melucuti kekuasaan feodal-kolonial dari para birokrat lama dengan akibat yang sungguh berdarah-darah. 1998: Gejolak ketidakpuasan terhadap Orde Baru sudah tak terbendung. Hasan Sukardi, …
Buku ini mengungkap kompleksitas identitas keindonesiaan dan kemelayuan di ranah kesuastraan. Kategori,batasan,ciri-ciri yang oleh banayk orang dinilai menentukan jenis kelamin sebuah karya apakah itu keindonesiaan atau kemelayuan,tradisional atau moderen, lokal atau nasional,lokal atau global semua dipeiksa kembali.tentu saja pemilihan kemelayuan dan keindonesiaan itu sendiri juga tidak luput …
NEGARA-NEGARA pascakolonial seperti Indonesia menghadapi banyak tantangan sekaligus: transisi dari rezim kolonial yang represif dan tidak memercayai rakyatnya, menuju negara-bangsa yang mendorong warganya untuk berpartisipasi dalam demokrasi. Sayangnya, demokrasi dalam negarabangsa yang baru itu rapuh. Proses ini juga melibatkan retooling fundamental ekonomi untuk mewujudkan pergeseran besar d…
Buku ini menguraikan secara sistimatis dan kronologis kesusasteraan Indonesia moderen khususnya bagi pelajar dan mahasiswa Jurusan Sastera Indonesia. Diawali dengan pengantar tentang karakteristik unik sastera Indonesia dalam perbandingannya dengan apa yang disebut sastera Nusantara, maka dibukalah babak kelahiran sastera Indonesia moderen sejak awal abad kedua puluh. Pembaca dikenalkan dengan …
“Memang dewasa itu ia sudah diperkuda-kuda hawa nafsunya. Ia tidak memilih bulu lagi, tidak memandang daun atau dahan yang akan diseludukinya. Baik daun itu gatal bermiang, baik pun pedih menggigit kulit, ia tak peduli. Kalau si nafsu menyuruh petik dan panjat, mesti dipetiknya dan dipanjatnya buah pohon gatal itu!” NUR ST. ISKANDAR adalah sastrawan angkatan Balai Pustaka yang paling produk…