/home/u612842942/domains/perpustakaan.kemendagri.go.id/public_html/opac/lib/SearchEngine/DefaultEngine.php:610 "Search Engine Debug 🔎 🪲"
Engine Type ⚙️: "SLiMS\SearchEngine\DefaultEngine"
SQL ⚙️: array:2 [ "count" => "select count(distinct b.biblio_id) from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0 and (b.biblio_id in(select bt.biblio_id from biblio_topic as bt left join mst_topic as mt on bt.topic_id=mt.topic_id where mt.topic like ?))" "query" => "select b.biblio_id, b.title, b.image, b.isbn_issn, b.publish_year, mp.publisher_name as `publisher`, mpl.place_name as `publish_place`, b.labels, b.input_date, b.edition, b.collation, b.series_title, b.call_number from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0 and (b.biblio_id in(select bt.biblio_id from biblio_topic as bt left join mst_topic as mt on bt.topic_id=mt.topic_id where mt.topic like ?)) order by b.last_update desc limit 10 offset 0" ]
Bind Value ⚒️: array:1 [ 0 => "%Tionghoa%" ]
Bayangkan jika setiap huruf punya cerita, bukan hanya bunyi-tapi kisah tentang manusia, alam, dan kebijaksa-naan masa lampau. Sinologi dalam Aksara Tionghoa menga-jak pembaca menelusuri jejak peradaban Tionghoa melalui Hanzi, satu-satunya sistem tulisan logografis yang masih hidup hingga kini. Lewat karakter-karakter yang akrab namun sarat makna, buku ini menyulam benang merah antara manusia d…
Identitas hibrid orang Tionghoa mengacu pada perpaduan budaya Tionghoa dengan budaya lain, seperti budaya lokal di Indonesia, sehingga menciptakan identitas yang unik. Ini bisa terwujud dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari bahasa, gaya hidup, profesi, hingga keyakinan spiritual yang mencampur elemen Tionghoa dengan tradisi lokal seperti Jawa atau agama samawi (misalnya Islam, Kristen).
Republik ini sudah majemuk sejak dalam kandungan. Kemerdekaan diraih bukan berkat perjuangan satu kelompok, melainkan banyak pihak dengan beragam latar belakang—etnis, agama, kelas sosial, hingga afiliasi politik. Maka mengklaim Republik untuk golongan sendiri berarti mengingkari fitrah Indonesia. Aktivis Cina di Awal Republik mengangkat peran etnis Tionghoa dalam kemerdekaan Indonesia. …
K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) merupakan pejuang kemanusiaan yang terbukti tak pernah lelah membela kelompok minoritas. Sepanjang hidup, Gus Dur berpegang pada nilai-nilai perjuangan kemanusiaan yang bersumber dari nilai agama sebagai rahmat semesta alam dan tradisi pesantren tempat ia tumbuh. Perjuangan Gus Dur membela minoritas yang tertindas (mustadh’afin) sering menghadapi hantaman dan…
Kisah ini berawal dari kedatangan bangsa kulit putih secara bergantian sejak abad ke-18 ke Tapanuli. Dimulai dari armada Prancis, kongsi dagang Inggris, dan kemudian kompeni Belanda pernah mendirikan bentengnya disekitar teluk Tapanuli. Sebagai daerah yang dihuni oleh mayoritas suku Batak, di buku ini ditemukan kisah secara sumir tentang asal-usul suku ini. Disinggung juga tentang imigran dari …
Buku ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai jalan panjang yang dilalui oleh orang Tionghoa di Indonesia, dari Tionghoa perantauan (Hoa Chiao) sampai menjadi Bangsa indonesia Suku Tionghoa yang disamakan dan disetarakan dengan sesama bangsa Indonesia dari suku bangsa lainnya.
Buku ini adalah sebuah kajian sejarah atas komunitas Tionghoa di Manado selama empat dekade (periode 1950-an hingga 1990-an). Tulisan ini menunjukkan sekelompok minoritas yang sempat gamang di dalam menghadapi kemerdekaan Indonesia, tetapi rupanya mereka segera bisa beradaptasi dengan perubahan sosial politik yang terjadi.
Buku ini menguak bagaimana dalam sejarah sikap anti Cina dibentuk oleh kekuasaan kolonial, bagaimana orang Cina dikreasikan menjadi binatang ekonomi dan semua itu dihidup lestarikan oleh Orde Baru Suharto sebagai sarana memeras dan pengkambing hitaman.
Memoar Tjamboek Bedoeri alias Kwee Thiam Tjing ini semula merupakan serial tulisan di mendiang Indonesia Raya. Ditulis mulai 22 Juli 1971 dan berakhir 28 Juli 1973 sebagai kenangan dia selama periode Pemerintahan Kolonial Hindia Belanda sampai awal Kemerdekaan Indonesia. Meskipun banyak mengambil bahan dari bukunya Indonesia dalem Api dan Bara, tetapi karyanya ini adalah sesuatu yang lain dan m…
Buku ini berisi buah tulisan Onghokham yang pernah dipublikasikan. Spesialisasi Ong adalah menggunakan aspek-aspek sejarah Indonesia seraya meletakkannya dalam konteks dan relevansi permasalahn kontemporer. Koleksi tulisan Ong dalam buku ini merupakan artikel-artikel masa awal kariernya sebagai seorang 'public intelectual", suatu karir yang dijalaninya lebih dari empat dasawarsa.Kelima belas ar…