Apalagi arti sebuah nama? Meski kita menyebut sekuntum mawar dengan nama lain, wanginya akan tetap semerbak, demikianlah kata-kata Juliet ketika merindukan kekasihnya, Romeo, dalam drama tragedi Shakespeare, Romeo and Juliet. Mungkin juga sebagian orang berpikir, kenapa perpustakaan Kementerian Dalam Negeri perlu nama?.

Penamaan terkait dengan Bahasa. Berbahasa bukan sekadar tindakan bertutur kata, berbahasa mengandung makna “mematri jati diri bangsa”. Bagaimanapun juga, Indonesia (pernah) dikenal sebagai bangsa yang sangat santun, berbudaya, dan beradab. Sebagai bangsa yang beradab itulah, merupakan tindakan yang bijaksana jika kita selalu mampu menghargai dan menghormati keberadaan seseorang, siapa pun itu, tanpa harus selalu setuju dan mengikuti pendapat ataupun pilihannya.

Penamaan Perpustakaan Amir Machmud dibentuk berdasarkan Kepmendagri No 040-3739 tahun 2020 tentang Penamaan Perpustakaan dan Pencanangan Slogan Perpustakaan di Sekretariat Jenderal Kementerian Dalam Negeri. Penamaan Amir Machmud tersebut dipilih sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan dedikasi Amir Machmud sebagai Menteri Dalam Negeri periode 1969-1982.

Sejak perpustakaan di Kemendagri berdiri, tidak ada penamaan yang spesifik. Padahal, penamaan ini penting untuk memberikan identitas agar mudah diingat dan menjadi ciri khas dari perpustakaan tersebut, serta spirit sukses bagi pengelola dan pemustaka. Pada beberapa perpustakaan di kementerian/lembaga dan universitas, nama pada perpustakaan itu selalu ada. Biasanya, diambil dari nama tokoh terkenal dan berjasa bagi institusi yang bersangkutan, seperti misalnya: Perpustakaan Ali Alatas di Kemenlu, Perpustakaan Soepardjo Roestam di BPP Kemendagri, atau pun Perpustakaan Mochtar Kusumaatmadja di FH Unpad.

Perpustakaan Amir Machmud juga memiliki slogan “Suluh Bacaan Politik dan Pemerintahan”. Adapun filosofi slogan tersebut bermakna perpustakaan Amir Machmud dapat menjadi penerang bagi pemustaka dalam mencari sumber informasi sekaligus referensi terkait politik pemerintahan. Suluh juga bermakna obor, artinya dengan referensi bacaan yang berkualitas perpustakaan dapat menjadi pusat literasi ilmu politik pemerintahan. Dengan begitu perpustakaan berperan dalam mewujudkan masyarakat berpengetahuan dan berkarakter.

Perpustakaan Amir Machmud merupakan perpustakaan khusus. Tujuan perpustakaan khusus adalah untuk memenuhi kebutuhan beban perpustakaan/informasi di lingkungannya dalam rangka mendukung pengembangan dan peningkatan lembaga maupun kemampuan sumber daya manusia. Saat ini Perpustakaan Amir memiliki ruang seluas ± 200 m² lokasinya terletak di Gedung F Lantai Dasar, Kementerian Dalam Negeri Jalan Medan Merdeka Utara No 7 Jakarta Pusat. Perpustakaan juga dilengkapi dengan berbagai teknologi mutaakhir yang mendukung kemudahan berbagai layanan bagi pemustaka sebagai bentuk otomasi perpustakaan (library automation).

Perpustakaan Amir Machmud terus dikembangan menuju perpustakaan khusus yang modern dengan konsep world class library. Perpustakaan ini juga sudah menggunakan e-library, pengembangan repository, jurnal elektronik, dan juga e-pustakawan. Hal ini merupakan modal untuk pengembangan perpustakaan di masa mendatang.

Categories: Profil

0 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.