Chairil Gibran Ramadhan dalam cerpen-cerpennya mengolah mitos dan folklor serta menangkap pengalaman otentik masyarakat Betawi-Jakarta menjadi kisah kesaksian, namun dengan nada kegelisahan yang kuat akan keburukan-keburukan nasibnya di tengah metropolis Jakarta. Sastra di tangan CGR bukan saja sebagai belles letters (tulisan indah), lebih jauh lagi sebuah karya yang dapat mengantarkan kepada s…